Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pesawat Ukraina Jatuh, Presiden Rouhani: Iran Bertanggung Jawab

Presiden Iran Hassan Rouhani, menyatakan Iran sangat bersedih atas peristiwa jatuhnya pesawat milik Ukraina yang menewaskan 176 orang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Pesawat Ukraina Jatuh, Presiden Rouhani: Iran Bertanggung Jawab
CBS News
Dr. Hassan Rouhani, Presiden Iran 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, TEHRAN -- Presiden Iran Hassan Rouhani, menyatakan Iran sangat bersedih atas peristiwa jatuhnya pesawat milik Ukraina yang menewaskan 176 orang.

"Iran sangat sedih dengan kesalahan bencana ini dan saya, atas nama Republik Islam Iran, menyatakan belasungkawa mendalam saya kepada keluarga para korban bencana yang menyakitkan ini," kata dia seperti dilansir dari kantor AFP, Sabtu (11/1/2020).

Ia menambahkan, semua badan yang relevan akan mengambil tindakan untuk memastikan kompensasi untuk keluarga korban.

"Kejadian menyakitkan ini bukan masalah yang bisa diatasi dengan mudah," lanjut Rouhani.

Rouhani mengatakan, para pelaku juga akan dihukum dan dituntut sesuai kesalahan.

Ia berharap, kejadian tragis tersebut pernahl lagi terjadi.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kesalahan yang tidak termaafkan ini akan dituntut," tegasnya.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, sebelumnya menuntut Iran bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat dan membayar kompensasi.

Pesawat itu jatuh di dekat Parand, pinggiran barat daya ibukota Tehran, sesaat setelah lepas landas, pada Rabu (8/1).

Menurut Flighradar24 Flight Tracker, pesawat Ukraine International Airlines dengan nomor penerbangan 752 dijadwalkan lepas landas pukul 5:15 waktu Tehran menuju Bandara Internasional Boryspil di ibukota Ukraina, Kyiv.

Pesawat membawa 176 orang yang terdiri dari 167 penumpang dan 9 awak pesawat.

Data menunjukan, 82 penumpang merupakan warga Iran, 63 warga Kanada, 11 warga Ukraina, 10 warga Swedia, empat warga Afghanistan, tiga warga Jermab dan tiga warga Inggris

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas