Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Iran Tangkap Warganya yang Rekam Jatuhnya Pesawat Ukraina

Presiden Hassan Rouhani mengatakan penyelidikan negaranya akan diawasi oleh "pengadilan khusus".

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Iran Tangkap Warganya yang Rekam Jatuhnya Pesawat Ukraina
IRNA
Tampak puing-puing pesawat Ukraina yang jatuh di Iran. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Iran mengatakan telah menangkap perekam video yang memperlihatkan pesawat maskapai Ukraina ditembak jatuh dengan rudal.

Orang tersebut diyakini akan menghadapi dakwaan terkait keamanan nasional.

Pesawat dengan nomor penerbangan PS752 jatuh setelah lepas landas dari Teheran pada Rabu (08/01) sehingga menewaskan 176 orang di dalamnya.

Iran mengatakan pesawat nahas itu ditembak jatuh secara tidak sengaja dan mengumumkan penangkapan sejumlah orang terkait insiden tersebut.

Presiden Hassan Rouhani mengatakan penyelidikan negaranya akan diawasi oleh "pengadilan khusus".

"Ini tidak akan menjadi kasus biasa. Seluruh dunia akan menyaksikan pengadilan ini," ujarnya dalam sebuah pidato.

Rouhani juga menegaskan bahwa "peristiwa tragis" ini tidak bisa dipersalahkan pada satu orang saja.

Rekomendasi Untuk Anda

Rouhani menyebut tembakan rudal yang menjatuhkan pesawat sebagai kesalahan yang tak termaafkan.

"Tidak hanya orang yang menarik pelatuk, tapi juga orang lain yang bertanggung jawab," ujarnya.

Iran awalnya membantah bahwa pesawat terkena rudal, tapi belakangan mengakui bahwa jet komersial itu dihantam oleh sistem pertahanan udaranya.

Ketika video tersebut dibagikan di media sosial, para analis mengatakan ia menunjukkan pesawat terkena rudal.

Siapa yang ditangkap?

Media Iran melaporkan bahwa petinggi Garda Revolusi Iran telah menahan seorang pengunggah video yang memperlihatkan rudal menghantam pesawat.

Tapi seorang jurnalis Iran di London yang pertama kali mengunggah rekaman tersebut berkeras bahwa sumbernya aman, dan pemerintah Iran telah menangkap orang yang salah.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas