Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Serangan Roket Kembali Menghantam Pangkalan Pasukan AS di Irak Utara

Serangan roket menghantam pangkalan Irak di provinsi terpencil Kirkuk di mana pasukan AS ditempatkan, kata laporan itu.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan

TRIBUNNEWS.COM - Sebuah serangan roket kembali menghantam Irak Utara.

Serangan martir itu jatuh di pangkalan militer pasukan Amerika Serikat (AS) yang berada di Kirkuk.

Dikutip dari Al Jazeera, tidak ada laporan langsung terkait jumlah korban akibat serangan tersebut.

Tiga sumber keamanan Irak secara terpisah menuturkan, roket Katyusha menghantam pangkalan K1 pada Kamis (13/2/2020) sekitar pukul 8.45 malam waktu setempat (17.45 GMT).

Setelah terjadi serangan tersebut, pesawat militer AS segera terbang rendah di daerah itu.

Hantaman roket di pangkalan K1 adalah serangan pertama sejak 27 Desember 2019 lalu.

Serangan roket menghantam pangkalan Irak di provinsi terpencil Kirkuk di mana pasukan AS ditempatkan, kata laporan itu.
Serangan roket menghantam pangkalan Irak di provinsi terpencil Kirkuk di mana pasukan AS ditempatkan, kata laporan itu. (Al Jazeera)

Dikutip dari Arabnews, serangan roket di pangkalan yang sama pada 27 Desember 2019 lalu memicu serangkaian peristiwa pembalasan.

Rekomendasi Untuk Anda

Diketahui serangkaian serangan balasan tersebut memicu ketegangan antara Iran vs Amerika Serikat.

Kembali dikutip dari Al Jazeera, serangan balasan dari AS menewaskan 25 pejuang Kataib Hizbullah.

Beberapa hari kemudian, serangan lain menewaskan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Quds Force, jeneral Qassem Soleimani dan pendiri Kataib Hizbullah, Abu Mahdi al-Muhandis pada 2 Januari 2020.

UPDATE Konflik Iran vs Amerika: Iran Akan Ajukan Gugatan Internasional | Alasan Krisis Belum Mereda
UPDATE Konflik Iran vs Amerika: Iran Akan Ajukan Gugatan Internasional | Alasan Krisis Belum Mereda (wandabiz)

Berdasarkan laporan dari koresponden Al Jazeera di Baghdad, Simona Foltyn, serangan terjadi pada akhir 40 hari berkaubng Iran atas kematian Qassem Soleimani.

"Ada kemungkinan bahwa ini ada hubungannya dengan berakhirnya masa berkabung 40 hari untuk Qassem Soleimani," katanya.

Serangan itu membuat marah anggota parlemen Syiah Irak.

Iran diketahui membalas pembunuhan Qassem Soleimani dengan rentetan rudal.

Rentetan balas dendam itu menargetkan pangkalan udara tempat pasukan AS ditampung di Irbil dan Ain al-Asad.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas