Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Teroris yang Tembaki 9 Orang dan Ibunya di Jerman Percaya Teori Konspirasi dan Terobsesi Alien

Tobias Rathjen (43) teoris yang menembaki sembilan orang di sebuah bar shisha di Jerman, merupakan sosok yang percaya teori konspirasi.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Ika Nur Cahyani
zoom-in Teroris yang Tembaki 9 Orang dan Ibunya di Jerman Percaya Teori Konspirasi dan Terobsesi Alien
YouTube On Demand News
Tobias Rathjen (43) teoris yang menembaki sembilan orang di sebuah bar shisha di Jerman. 

Situsnya ini mencantumkan tautan ke beberapa ahli teori konspirasi terkemuka.

Termasuk diantaranya, orang-orang yang mengaku pernah mengautopsi alien atau sedang menyelidiki kasus orang hilang karena diculik alien.

Pada sebuah video yang dia unggah beberapa hari sebelum penembakan, Ratjah mengoceh tentang pangkalan militer bawah tanah Amerika.

Dia yakin di bawah sana terjadi penyembahan setan dan pelecehan anak.

Dia mendesak masyarakat untuk bangkit dan menyerbu markas itu.

Kronologi Penembakan

Rathjen mengunggah deklarasi atau manifestonya serta sebuah video online sebelum melakukan penembakan di kota kelahirannya, Hanau, Jerman.

Rekomendasi Untuk Anda

Dia menembak di dua lokasi Shisha bar pada Rabu (19/2/2020) pukul 10 malam waktu setempat.

Pertama, dia menembak di Midnight Shisha Bar di daerah Heumarkt, tengah kota Hanau.

Di membunuh tiga orang di sana.

Lalu, dia meneruskan perjalanan menuju Arena Bar Cafe and Shisha Bar di distrik Kesselstadt Barat.

Sebanyak lima orang terbunuh di tempat itu.

Setelah menembaki belasan orang, dia pulang ke kediaman orang tuanya dan membunuh ibunya.

Lantas ia memutuskan untuk menghabisi nyawanya sendiri setelah itu.

Total ada sembilan orang meninggal dan enam orang menderita luka-luka, akibat kejadian mengerikan ini.

Dari total korban jiwa, kebanyakan berlatar belakang seorang imigran.

Jaksa Agung Jerman, Peter Frank menambahkan usia mereka antara 21 sampai 44 tahun.

Sejumlah orang yang terluka, juga merupakan bukan warga asli Jerman, namun Frank enggan memberikan rincian lebih lanjut.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas