Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Janji Menikah Setelah Tangani Virus Corona, Dokter Muda Tewas, Begini Kronologinya

Dia dan kekasihnya sepakat untuk menggelar perikahan setelah misi penanganan Corona sebagai dokter telah terselesaikan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Janji Menikah Setelah Tangani Virus Corona, Dokter Muda Tewas, Begini Kronologinya
Kolase Tribunnews.com/ Facebook People's Daily, China
Peng Yinhua menunda tanggal pernikahannya sehingga bisa membantu melawan virus corona. 

Sejenis tongkat itu digunakan untuk menghantarkan makanan seperti sosis dan makanan anjing buatan sendiri.

Daam video yang diunggah South China Morning Post, tampak anjing itu terbantu dan menikmati setiap pemberian makanan dan minuman dari tetangga.

Seperti ini videonya.

4 Anggota Keluarga Tewas Bergiliran

Kisah tragis menimpa keluarga seorang sutradara film Tionghoa bernama Chang Kai.

Anggota keluarga dan orang tuanya menjadi korban keganasan virus Corona atau Covid-19.

Satu per satu orang-orang tersayang Chang pergi, hingga akhirnya sang sutradara juga menyerah dengan keadaan.

Rumah sakit pertama khusus pasien terinfeksi virus corona di kota Wuhan, provinsi Hubei, China Tengah, bernama Huoshenshan rampung kerjakan kilat selama 8 hari.
Rumah sakit pertama khusus pasien terinfeksi virus corona di kota Wuhan, provinsi Hubei, China Tengah, bernama Huoshenshan rampung kerjakan kilat selama 8 hari. (Xinhua.net)
Rekomendasi Untuk Anda

Cerita pilu keluarga sutradara ini menyita perhatian.

Chang dan tiga anggota keluarganya meninggal dunia karena Covid-19.

Di antaranya yakni kedua orang tua, dan saudara perempuan.

Baca: Kisah Remaja Rela Ditembak Demi Lindungi 8 Orang Ternyata Kerap Diintimidasi di Sekolah

Seperti yang dikabarkan dalam mothership.sg, berita duka dikeluarkan oleh sebuah rumah produksi di Hubei pada 16 Februari untuk memberi tahu publik tentang kematian Chang.

Pria 55 tahun itu meninggal di sebuah rumah sakit komunitas di Distrik Huangpi, Wuhan sekitar pukul 4:50 sore pada 14 Februari karena infeksi Covid-19.

Sebelumnya, ayah Chang meninggal lebih awal dari Covid-19 pada 3 Februari di rumah.

Seorang dokter dikirim ke rumahnya sehari sebelumnya untuk memeriksa ayah Chang, tetapi kondisinya memburuk terlalu cepat dan ia meninggal beberapa jam kemudian.

Ibu Chang dikirim ke rumah sakit Wuchang pada 4 Februari dan meninggal empat hari kemudian.

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas