Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kesepakatan Damai Diragukan Setelah Taliban Menyerang Pangkalan Militer Afghanistan

Kesepakatan damai antara Afghanistan dan Taliban diragukan, karena Taliban melakukan lebih dari satu lusin serangan ke pangkalan militer Afghanistan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kesepakatan Damai Diragukan Setelah Taliban Menyerang Pangkalan Militer Afghanistan
AP
Kelompok Taliban mengkaku sebagai dalang penyerangan Intercontinental Hotel di Kabul, Sabtu (20/1/2018) malam. (AP) 

TRIBUNNEWS.COM - Kesepakatan damai antara Afghanistan dan Taliban diragukan.

Dilaporkan, Taliban melakukan lebih dari satu lusin serangan ke pangkalan militer Afghanistan.

Mengutip Channel News Asia, pejabat berwenang mengatakan, serangan tersebut terjadi beberapa jam setelah mereka mengakhiri gencatan senjata.

Lebih jauh, pembicaaran soal kesepakatan damai diragukan.

Diberitakan sebelumnya, negosiasi intra-Afghanistan dijadwalkan berlangsung 10 Maret 2020 mendatang.

Hal tersebut berdasarkan kesepakatan Amerika Serikat-Taliban yang ditandatangani di Doha pada Sabtu (29/2/2020) kemarin.

Tetapi, perselisihan tentang pertukaran tahanan menimbulkan pertanyaan apakah mereka akan melanjutakan kesepaktan damai tersebut.

Presiden Afganistan Mohammad Ashraf Ghani (dua kanan) mencium anak pembawa bendera disaksikan oleh Presiden Joko Widodo di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/4/2017). Indonesia dan Afganistan menandatangani empat poin kerja sama di bidang pendidikan, pertanian, statistik, serta reformasi administrasi publik. Warta Kota/Henry Lopulalan
Presiden Afganistan Mohammad Ashraf Ghani (dua kanan) mencium anak pembawa bendera disaksikan oleh Presiden Joko Widodo di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/4/2017). Indonesia dan Afganistan menandatangani empat poin kerja sama di bidang pendidikan, pertanian, statistik, serta reformasi administrasi publik. Warta Kota/Henry Lopulalan (Warta Kota/Henry Lopulalan)
Rekomendasi Untuk Anda

Untuk diketahui, perjanjian damai itu mencakup komitmen Taliban untuk membebaskan 1.000 tahanan.

Dan bagi pemerintah Afghanistan membebaskan sekira 5.000 tawanan pemberontak.

Dua hal itu disebut para militan sebagai prasyarat utnuk melanjutkan perundingan.

Tetapi, diketahui Presiden Ashraf Ghani menolak untuk memenuhi prasyarat tersebut sebelum negosiasi dimulai.

Masalah menjadi lebih rumit setelah Taliban memutuskan mengakhiri gencatan senjata pada Senin (2/3/2020).

Lebih jauh, pemerintah menyatakan, dua tentara tewas dalam serangan yang terjadi di provinsi Kandahar selatan.

Juru Bicara Gubernur provinsi Didar Lawang menyampaikan informasi kepada AFP.

Serangan yang terjadi di provinsi Logar dekat Kabul, menewaskan lima pasukan keamanan.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas