Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Korea Selatan Laporkan 516 Kasus Baru Covid-19, 5.000 Lebih Kasus, Terbesar Kedua Setelah China

Korea Selatan pada Rabu (4/3/2020), melaporkan 516 kasus baru di sana.Korea Selatan, memiliki tingkat infeksi tertinggi di luar China.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ika Nur Cahyani
zoom-in Korea Selatan Laporkan 516 Kasus Baru Covid-19, 5.000 Lebih Kasus, Terbesar Kedua Setelah China
AFP/YONHAP/SOUTH KOREA OUT
Para petugas dilengkapi pakaian pelindung menyemprotkan cairan desinfektan di sebuah pasar di daerah Daegu, Korea Selatan, menyusul meluasnya wabah virus corona di negara itu, Minggu (23/2/2020). Penyebaran virus corona hingga hari ini, Senin (24/2/2020), semakin menunjukkan peningkatan di sejumlah negara, seperti Italia, Iran, dan Korea Selatan. 

TRIBUNNEWS.COM - Korea Selatan pada Rabu (4/3/2020), melaporkan 516 kasus baru.

Ironisnya, sehari sebelumnya Presiden Korea Moon Jae-in baru saja menyatakan perang pada Covid-19

Korea Selatan, memiliki tingkat infeksi tertinggi di luar China.

Sampai saat ini, tercatat sudah ada 32 kematian di sana.

Mayoritas korban jiwa didominasi oleh, lansia yang memiliki sejarah penyakit pemicu corona.

Pemerintah telah mengusulkan anggaran tambahan sebesar 11,7 triliun won atau sekira Rp 113 Miliar.

Hal ini tentu untuk mengatasi penyebaran wabah corona dan membendung dampaknya di sektor perekonomian.

Rekomendasi Untuk Anda

Anggaran tambahan ini akan diserahkan ke Majelis Nasional pada Kamis mendatang.

Menteri Keuangan Korea Selatan, Hong Nam-ki menyebut anggaran tambahan ini tergantung dengan keputusan parlemen.

Akan disalurkan ke sektor kesehatan, penitipan anak, atau pasar luar.

Update Corona Rabu 4 Maret 2020 pukul 13.19
Update Corona Rabu 4 Maret 2020 pukul 13.19 (The Wuhanvirus)

Sementara itu, pejabat pemerintah pun mendesak anggota parlemen agar segera mengambil langkah secepatnya.

"Seperti yang kita tahu, bahwa kondisi ekonomi negara saat ini sedang darurat."

"Kami menempatkan semua kebijakan untuk meminimalisir dampak pada perekonomian."

"Terutama di sejumlah sektor yang rentan, seperti bisnis kecil dan wiraswasta," beber Hong di depan awak media dilansir Straits Times.

Gempuran corona yang makin besar di Korea Selatan, menyebabkan presiden batal bertandang ke Mesir dan Turki pada pertengahan Maret.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas