Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Virus Corona dalam Urin dan Tinja Pasien Terinfeksi Berbahaya, Bisa Menular Lewat Aerosol

Virus corona dalam urin dan tinja pasien terinfeksi ternyata berbahaya. Bisa menular lewat aerosol.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Miftah Salis
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Virus Corona dalam Urin dan Tinja Pasien Terinfeksi Berbahaya, Bisa Menular Lewat Aerosol
IRNA
Ilustrasi virus corona- Virus corona dalam urin dan tinja pasien terinfeksi ternyata berbahaya. Bisa menular lewat aerosol. 

TRIBUNNEWS.COM - Wabah virus corona kini terus menyebar ke berbagai belahan dunia.

Kabar terbaru, virus corona dalam urin dan tinja pasien terinfeksi ternyata berbahaya.

Virus itu dikonfirmasi bisa menular ke orang lain lewat aerosol.

Hingga saat ini, wabah virus corona dilaporkan terus mengalami peningkatan.

Mengutip dari perhitungan real time di situs thewuhanvirus.com, Kamis (5/3/2020) malam, total orang yang terinfeksi sebanyak 96.637 orang.

Sebanyak 3.308 orang meninggal dunia.

Pasien sembuh juga dilaporkan terus mengalami peningkatan kini 53.345.

Rekomendasi Untuk Anda

Wabah virus corona telah menyebar ke 86 negara di dunia.

Komisi Kesehatan Nasional China pada Rabu (4/3/2020), memperingatkan publik bahwa virus corona dalam urin dan tinja pasien terinfeksi ternyata berbahaya.

Baca: VIRAL Video Mahasiswa Depok Tirukan Semangat Warga Wuhan Hadapi Corona, Sebut Depok Jiayou

Baca: Jaga Kesehatan untuk Cegah Corona, Masyarakat Diimbau Robek Masker Bekas dan Cuci Tangan Pakai Sabun

Baca: Viral Video Tiktok Pegawai Kemensos Cegah Virus Corona, Begini Tanggapan Pak Menteri

Virus corona tersebut dapat membahayakan lingkungan sekitar.

Virus juga dapat menular ke orang lain lewat aerosol.

Hal ini ditemukan dalam versi ketujuh rencana perawatan yang telah diperbarui.

Rencana perawatan diperbarui berdasarkan versi keenam yang dirilis pada 18 Februari 2020.

Dalam rencana perawatan tersebut disebutkan bahwa transmisi aerosol mungkin terjadi setelah paparan lama dalam aerosol.

Mengutip dari Global Times, aerosol yang sangat terkonsentrasi dapat mengandung virus corona baru di ruang terbatas.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas