Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Arab Saudi-UEA Lakukan Serangan Udara di Ibu Kota Yaman

Arab Saudi-UEA memerangi pemberontak Houthi di Yaman. Sejauh ini, belum ada korban yang dilaporkan dalam serangan tersebut.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Daryono
zoom-in Arab Saudi-UEA Lakukan Serangan Udara di Ibu Kota Yaman
BBC
ILUSTRASI - Rudal balistik jarak jauh Iran, Shahab 2. - Pasca Serangan ke Pangkalan Militer AS di Irak, Iran Minta Amerika Tarik Pasukan dari Timur Tengah 

TRIBUNNEWS.COM - Arab Saudi-UEA  memerangi pemberontak Houthi di Yaman.

Diberitakan sebelumnya, para pemberontak itu melakukan lebih dari satu lusin serangan udara di ibu kota Sanaa.

Serangan serupan juga pernah terjadi beberapa bulan lalu.

Melansir Al Jazeera yang mengutip Al Masirah TV milik Houthi, koalisi meluncurkan 19 serangan udara pada Senin (30/3/2020).

Sejauh ini, belum ada korban yang dilaporkan dalam serangan tersebut.

Baca: AS Mengutuk Serangan Rudal Balistik Terhadap Arab Saudi

Baca: Tanpa Diawasi Kim Jong Un Saat Uji Coba Rudal, Korea Utara Konfirmasi Peluncurkan Keempatnya Sukses

Lebih jauh, serangkaian serangan terhadap Sanaa terjadi setelah Arab Saudi mencegat dua rudal balistik.

Yang menurut Houthi diluncurkan pada Sabtu (28/3/2020) menuju Riyadh, dan bagian selatan kerajaan Arab, dekat perbatasan Yaman.

Rekomendasi Untuk Anda

Untuk diketahui, serangan yang diluncurkan Houthi bertepatan dengan peringatan kelima intervensi Arab Saudi dalam perang saudara di Yaman.

Koresponden Al Jazeera, Mohammed al-Attab, mengatakan sekira 25 serangan udara menghantam ibu kota pada Senin (30/3/2020).

"Kementerian Kesehatan mengutuk serangan Saudi," ungkapnya.

Berulang Kali Diserang

Puluhan ribu orang, banyak dari mereka warga sipil, tewas dalam konflik itu, kata lembaga bantuan.

Bandara, pelabuhan, jembatan dan jalan semuanya telah berulang kali diserang.

Pertanian, sekolah, fasilitas minyak dan gas, pabrik dan bisnis swasta juga menjadi sasaran.

Pertempuran telah memicu apa yang digambarkan PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia, dengan jutaan orang terlantar dan membutuhkan bantuan.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas