Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cerita Pilu Dokter Diludahi dan Dilempari Batu Saat Berjuang Hadapi Pandemi Virus Corona di India

Satu video yang tengah viral menunjukkan massa melemparkan batu kepada dua dokter perempuan yang mengenakan pakaian pelindung

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Cerita Pilu Dokter Diludahi dan Dilempari Batu Saat Berjuang Hadapi Pandemi Virus Corona di India
China Media Group
Foto seorang dokter di Wuchang yang berbaring dengan pakaian pelindung yang lengkap di kamar penuh dengan kasur kosong yang merupakan bekas rumah sakit pasien virus corona. 

TRIBUNNEWS.COM - Sebagai pihak yang berada di garda terdepan dalam perjuangan melawan pandemi virus corona (covid-19), profesi dokter seharusnya mendapat apresiasi luar biasa.

Namun, peristiwa yang terjadi di India ini menunjukkan sisi pilu yang mesti diterima para dokter.

Dilansir Kompas.com, mereka justru diludahi dan diserang warga saat bertugas menangani pandemi yang terjadi.

Tak cuma itu, sejumlah laporan menyatakan, perlakuan tidak menyenangkan itu juga berupa cacian menggunakan bahasa kasar dari warga ke perawat.

Ada juga cerita bagaimana dokter beserta keluarganya mendapatkan diskriminasi dari tetangga karena merawat penderita virus corona.

Saat ini, India melaporkan 2.567 kasus penularan, dengan korban meninggal mencapai 72 orang, demikian dilaporkan BBC Jumat (3/4/2020).

Satu video yang tengah viral menunjukkan massa melemparkan batu kepada dua dokter perempuan yang mengenakan pakaian pelindung di Indore.

Rekomendasi Untuk Anda

Keduanya saat itu dilaporkan tengah melakukan pemeriksaan terhadap wanita yang diyakini terjangkit Covid-19 tatkala mendapat serangan.

Meski terluka karena diserang, salah satu tenaga medis, Zakiya Sayed, menegaskan dia tidak akan mundur dari kewajibannya merawat pasien.

Dia mencritakan, dia dan rekannya tengah melaksanakan rutinitas memeriksa Orang dalam Pengawasan (ODP) ketika mendapat serangan.

"Saya belum pernah mengalami yang seperti ini. Sangat menakutkan. Kami berhasil menghindari mereka. Saya terluka namun tidak takut," tegas dia.

Dokter Sayed mengatakan, dirinya tidak mempunyai alasan untuk menaruh curiga bahwa masyarakat saat ini gelisah dengan keberadaan tim medis.

Karena itu, dia dan rekannya pergi untuk mengonfirmasi perempuan yang diketahui sempat berhubungan dengan penderita Covid-19 saat masyarakat menyerang mereka.

Penegak hukum bergerak cepat dengan menahan tujuh orang yang diduga bertanggung jawab atas serangan terhadap Sayed dan koleganya.

Dr Anand Rai, anggota gugus tugas Covid-19 di India menyatakan, insiden tersebut terjadi di wilayah yang masyarakatnya kehilangan kepercayaan kepada pemerintah.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas