Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Langgar Aturan Lockdown dan Ancam Petugas, Seorang Warga di Filipina Ditembak Mati

Pria 63 tahun itu mengancam para pejabat desa dan polisi dengan sabit di pos pemeriksaan Covid-19 pada Sabtu lalu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ika Nur Cahyani
zoom-in Langgar Aturan Lockdown dan Ancam Petugas, Seorang Warga di Filipina Ditembak Mati
AFP
Presiden Filipina Rodrigo Duterte 

Sebanyak 163 orang meninggal dunia.

Sedangkan 73 pasien berhasil pulih dari virus mematikan ini.

"Tanpa pembatasan, ini tidak akan berakhir," kata Duterte.

"Jadi, jika kamu tidak mau mengikuti, maka aku akan menghabisimu untuk melindungi nyawa orang tak bersalah yang tidak ingin mati."

Duterte Dianggap Batasi Kebebasan Pendapat

Amnesty International menyesalkan bahwa seorang penguasa seperti Duterte menggunakan pandemi corona untuk melumpuhkan kritik dan perbedaan pendapat.

"Ini adalah krisis kesehatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, tetapi Presiden Duterte fokus menyerang kebebasan berbicara dan berkumpul," kata Butch Olano, direktur Amnesty International di Filipina.

Rekomendasi Untuk Anda

"Dia meremehkan permintaan negara untuk layanan yang lebih baik ketika prioritasnya adalah untuk memenuhi kewajiban pemerintah untuk menyediakan layanan kesehatan dan bantuan vital bagi semua orang tanpa diskriminasi," tambahnya.

Sebelumnya, pemerintah Filipina sudah mulai mendistribusikan bantuan tunai kepada keluarga miskin dan pekerja yang terkena dampak penguncian.

Paket stimulus ini totalnya adalah 200 miliar peso ( 4 miliar Dolar) sekitar Rp 66 Triliun.

Namun banyak keluhan berdatangan terkait bantuan ini, seperti paket makanan yang terlambat.

Seperti pada Rabu silam, sebuah kerusuhan terjadi di pinggiran Manila.

Sekelompok penduduk di daerah kumuh berkumpul di luar rumah setelah mendengar ada distribusi bantuan.

Petugas keamanan desa dan polisi berusaha mendesak warga agar kembali ke rumah.

Namun mereka malah menolak anjuran itu.

Alhasil setidaknya 21 warga setempat ditangkap dan mendapatkan berbagai tuntutan pidana.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas