Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Kasus Covid-19 Dunia Tembus 1,5 Juta, WHO Justru Bersitegang dengan Taiwan

Kasus Covid-19 global sudah menembus angka 1,5 juta setelah Amerika Serikat dan Inggris mencatat lonjakan kasus yang tinggi.

Kasus Covid-19 Dunia Tembus 1,5 Juta, WHO Justru Bersitegang dengan Taiwan
AFP/FABRICE COFFRINI
Dari kiri Direktur Program Health Emergencies World Health Organization (WHO) Michael Ryan, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dan WHO Technical Lead Maria Van Kerkhove menghadiri jumpa pers mengenai virus corona atau COVID-19, di kantor pusat WHO di Jenewa Swiss, Rabu (11/3/2020). Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan penilaian bahwa virus corona jenis baru (COVID-19) sebagai pandemi. (Photo by Fabrice COFFRINI / AFP) 

TRIBUNNEWS.COM - Kasus Covid-19 global sudah menembus angka 1,5 juta setelah Amerika Serikat dan Inggris mencatat lonjakan kasus yang tinggi.

Kini di tengah momen-momen krisis kesehatan ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga tengah mengalami gesekan dengan AS dan Taiwan.

Meskipun pada Selasa lalu angka kematian AS melonjak mencapai 1.858, tapi Satuan Tugas Virus Corona Gedung Putih mengatakan bahwa kebijakan social distancing mulai berefek.

Baca: Soal Kritikan Trump, Presiden Perancis Tegaskan Dukungan kepada WHO

Baca: Politisi AS Ingin Dirjen WHO Turun Jabatan, Tedros Dianggap Tutupi Angka Kasus Corona di China

Pada Rabu (8/4/2020) mereka mengumumkan kasus kematian mungkin tidak akan melampaui 100.000 atau 240.000, seperti yang dikhawatirkan.

"Kami memperhatikan perkembangan Italia dan Spanyol dan kami menangani kasusnya lebih baik dibanding negara-negara lainnya," kata koordinator respon virus AS, Deborah Birx mengutip dari Guardian.

"Kami percaya sistem kesehatan Amerika Serikat sangat luar biasa."

Perhitungan Universitas John Hopkins mengatakan setidaknya lebih dari 88.538 orang di seluruh dunia meninggal akibat pandemi corona.

Meski Worldometers mencatat angka infeksi 1.519.196 pada Kamis (9/4/2020), tapi diyakini jumlah sebenarnya lebih besar.

Ini disebabkan ada anggapan bahwa sebagian negara kurang bisa mendeteksi dan melaporkannya.

Sementara itu angka resmi Inggris mengatakan ada 938 orang lebih yang meninggal di rumah sakit beberapa waktu lalu.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas