Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Warga Inggris Ini Menyesal Dipulangkan dari Wuhan: Habis Keluar dari Panci, ke Dalam Api

Bukannya bahagia, sejumlah warga Inggris yang sempat terjebak di Wuhan dan dipulangkan pemerintah ke negaranya ini justru menyesal kembali.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Ika Nur Cahyani
zoom-in Warga Inggris Ini Menyesal Dipulangkan dari Wuhan: Habis Keluar dari Panci, ke Dalam Api
manchestereveningnews.co.uk
Kota Manchester, Inggris saat pandemi virus corona. 

TRIBUNNEWS.COM - Bukannya bahagia, sejumlah warga Inggris yang sempat terjebak di Wuhan, China dan dipulangkan pemerintah ke negaranya ini justru menyesal kembali.

Salah satunya adalah Anthony May-Smith, yang Januari lalu berlarian ke bandara untuk keluar dari episenter Covid-19, tapi gagal.

Semua warga Inggris yang dievakuasi dari Wuhan ini dikarantina di Wirral, selama dua pekan.

Namun nyatanya, May-Smith kembali ke negaranya yang sedang berperang melawan Covid-19 dan tengah dikunci.

May-Smith berharap saat ini tinggal di China saja.

"Ini benar-benar aneh, dilemparkan kembali ke dalamnya (wabah)," katanya, mengutip dari The Guardian

Baca: Deretan Ucapan Paskah 2020 dalam Bahasa Indonesia, Jawa dan Inggris, Cocok untuk Status WA, FB & IG

Baca: Ini Pemberitaan Media Inggris & Rusia Mengenai Suara Dentuman Gunung Anak Krakatau Meletus

Pria 26 tahun ini tidak pernah membayangkan bahwa Inggris akan berakhir pada lockdown juga.

Rekomendasi Untuk Anda

"Itu hanya membuat kamu berpikir, semua kerumitan yang kami lalui untuk kembali, apakah ini benar-benar layak?"

Sebelumnya, May-Smith mengunjungi Wuhan karena ingin menemui kekasihnya, Yenny.

Bahkan dia juga ditawari pekerjaan mengajar bahasa Inggris di sana.

Namun, kini dia bekerja sebagai sopir truk dan memilih tidur di dalam kendaraannya itu agar tidak beresiko menulari kakek-neneknya di rumah.

"Melihatnya sekarang (Inggris), aku berharap aku tidak kembali," katanya.

Senin (6/4/2020) malam, waktu setempat, mereka melakukan gerakan 'Clap for Carers' dimana orang-orang berhenti dari kegiatan mereka sejenak untuk para pekerja di bidang kesehatan
Senin (6/4/2020) malam, waktu setempat, mereka melakukan gerakan 'Clap for Carers' dimana orang-orang berhenti dari kegiatan mereka sejenak untuk para pekerja di bidang kesehatan (Dok. Kedutaan Besar Inggris di Jakarta)

Hal yang sama diungkapkan Matt Raw yang kini tengah mengisolasi diri di Knutsford sepulang dari China.

Pria 38 tahun ini mengaku tidak menyangka pandemi Corona di Inggris akan separah ini.

Andaikata dia tahu keadaannya begini, Raw memilih untuk tetap tinggal di China.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas