Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Paramedis New York Sebut Covid-19 Lebih Buruk Dibanding Serangan 9/11

Seorang paramedis mengatakan pandemi Covid-19 merupakan bencana yang lebih buruk bagi New York dibanding serangan 9/11.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Paramedis New York Sebut Covid-19 Lebih Buruk Dibanding Serangan 9/11
New York Post
Seorang paramedis mengatakan pandemi Covid-19 merupakan bencana yang lebih buruk bagi New York dibanding serangan 9/11. Luis Lopez merupakan paramedis yang mengambil bagian-bagian tubuh korban pada saat serangan 11 September 2001. Saat ini, ia ditugaskan di FDNY/EMS Station 54 di Jamaika, Queens, satu di antara hotspot Covid-19. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang paramedis mengatakan pandemi Covid-19 merupakan bencana yang lebih buruk bagi New York dibanding serangan 9/11.

Luis Lopez merupakan paramedis yang mengambil bagian-bagian tubuh korban pada saat serangan 11 September 2001.

Saat ini, ia ditugaskan di FDNY/EMS Station 54 di Jamaika, Queens, satu di antara hotspot Covid-19.

"Saya harus mengatakan, ya, ini lebih buruk daripada serangan 11 September," kata Luis Lopez yang dikutip dari New York Post.

"11 September adalah tragedi yang terjadi dengan cepat," tambahnya.

Baca: Peneliti Shanghai dan New York: Virus Covid-19 Menyerang Sistem Kekebalan Tubuh Seperti HIV

Baca: Petugas Pemakaman di New York Cerita Banyaknya Warga Korban Corona yang Dimakamkan Tiap Hari

Seorang paramedis mengatakan pandemi Covid-19 merupakan bencana yang lebih buruk bagi New York dibanding serangan 9/11. Luis Lopez merupakan paramedis yang mengambil bagian-bagian tubuh korban pada saat serangan 11 September 2001. Saat ini, ia ditugaskan di FDNY/EMS Station 54 di Jamaika, Queens, satu di antara hotspot Covid-19.
Seorang paramedis mengatakan pandemi Covid-19 merupakan bencana yang lebih buruk bagi New York dibanding serangan 9/11. Luis Lopez merupakan paramedis yang mengambil bagian-bagian tubuh korban pada saat serangan 11 September 2001. Saat ini, ia ditugaskan di FDNY/EMS Station 54 di Jamaika, Queens, satu di antara hotspot Covid-19. (New York Post)

Lebih jauh, Lopez menerangkan, apa yang dia kerjakan adalah menanggapi panggilan 911 untuk menyelamatkan pasien Covid-19 cukup mengerikan.

"Ini berbeda. Ini meresahkan," kata Lopez.

Rekomendasi Untuk Anda

"Perasaan aneh. Berpikir itu flu. Orang-orang terjatuh, itu seperti 'wow'," kata paramedis 46 tahun tersebut.

"Virus ini sangat menakutkan. Ada gejala yang tidak diketahui, membuat Anda tidak tahu persis apa yang terjadi. Covid-19 diam-diam membunuh," papar Lopez.

Lopez menerangkan, hal paling mengerikan adalah melihat orang muda yang kuat/sehat meninggal dunia.

"Mereka adalah orang-orang yang sangat sehat. Menakutkan," tambah Lopez.

11 September 2001 atau Serangan 9/11

Sebelumnya, Lopez dijadwalkan berangkat 11 September 2001, sebagai seorang teknisi medis darurat muda.

Tetapi, ia menjawab panggilan untuk menjadi paramedis dalam serangan 9/11.

Ia akhirnya membantu logistik di pusat komando darurat di Brookylyn.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas