Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Turki Bebaskan Sepertiga Tahanannya untuk Kekang Penyebaran Covid-19

Pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan itu merancang undang-undang untuk membebaskan 90.000 narapidana di penjara.

Turki Bebaskan Sepertiga Tahanannya untuk Kekang Penyebaran Covid-19
Adem ALTAN / AFP
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan berbicara ketika menghadiri pertemuan kelompok partainya di Majelis Besar Nasional Turki di Ankara, Turki, Rabu (11/3/2020). 

TRIBUNNEWS.COM - Penyebaran Covid-19 masih membuat banyak negara yang terdampak menjadi khawatir.

Termasuk Turki, negara pemerintahan Recep Tayyip Erdogan itu merancang Undang-undang (RUU) untuk membebaskan 90 ribu narapidana di penjara.

Diberitakan Al Jazeera, anggota parlemen Turki telah setuju untuk membebaskan hampir sepertiga dari tahanan negara itu demi mengurangi ancaman dari virus corona di penjara.

Langkah ini dikritik karena mengecualikan lawan pemerintah yang dipenjara atas tuduhan terorisme.

Lebih jauh, RUU tersebut diperkenalkan oleh Partai Keadilan dan Pembangunan (Partai AK).

Erdogan disebut akan meninjau 45 ribu narapidana agar bisa dibebaskan dalam waktu dekat untuk menekan potensi penyebaran virus corona.

Baca: WNI Diminta Tunda Perjalanan ke Turki

Baca: Kementerian Luar Negeri RI Imbau WNI Tunda Perjalanan ke Turki

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan berbicara ketika menghadiri pertemuan kelompok partainya di Majelis Besar Nasional Turki di Ankara, Turki, Rabu (11/3/2020).
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan berbicara ketika menghadiri pertemuan kelompok partainya di Majelis Besar Nasional Turki di Ankara, Turki, Rabu (11/3/2020). (Adem ALTAN / AFP)

Namun, narapidana yang dihukum atau sedang menunggu persidangan karena pelanggaran terorisme, termasuk mereka yang menentang pemerintahan, dikecualikan dari RUU ini.

RUU tersebut disahkan oleh mayoritas parlemen yang merupakan anggota Partai AK.

Sejak kudeta militer 2016 gagal, puluhan ribu politisi, jurnalis, aktivis hak asasi manusia, pegawai negeri sipil, pejabat pengadilan, hingga personil militer telah dipenjara.

17 Tahanan dari Penjara Terbuka Terkena Virus Corona

Halaman
123
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: bunga pradipta p
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas