Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Perawat Inggris Ini Hamil dan Meninggal karena Covid-19, Bayinya Berhasil Selamat

Seorang perawat asal Inggris yang sedang hamil meninggal dunia karena terjangkit Covid-19.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Wulan Kurnia Putri
zoom-in Perawat Inggris Ini Hamil dan Meninggal karena Covid-19, Bayinya Berhasil Selamat
Sky News
Perawat Inggris Ini Hamil dan Meninggal karena Covid-19, Bayinya Berhasil Selamat 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang perawat asal Inggris yang sedang hamil meninggal dunia karena terjangkit Covid-19.

Mary Agyeiwaa Agyapong bekerja di Rumah Sakit Universitas Luton and Dunstable sejak lima tahun yang lalu.

Minggu lalu, dia meninggal dunia karena tertular virus SARS-CoV-2.

Mary menambah daftar panjang staf HNS atau paramedis Inggris yang gugur saat memerangi wabah corona.

Mengutip Sky News, perawat 28 tahun itu diketahui tengah mengandung, dan usia kandungannya memasuki trimester ketiga.

Baca: Inggris Gelontorkan Dana Rp 4 Triliun Bantu Dunia Hadapi Pandemi Corona

Baca: Hari Ini Dalam Sejarah - 14 April 1828, Penerbitan Pertama Kamus Bahasa Inggris-Amerika

Meski Mary tidak bisa terselamatkan, namun bayinya berhasil dilahirkan melalui operasi darurat.

Bayinya berjenis kelamin perempuan dan diberi nama yang sama dengan ibunya yakni Mary.

Rekomendasi Untuk Anda

Dua rekan Mary, Rhoda Asiedu dan Gloria Gyan kini membuat penggalangan dana untuk keluarga yang ditinggalkan temannya itu.

Mary meninggal dan meninggalkan bayinya yang baru lahir serta suaminya.

Sejauh ini, sumbangan dana sudah ada 20.000 poundstreling lebih atau sekira Rp 389 juta.

Jauh melebihi nominal yang ditargetkan teman-teman Mary, yakni hanya berkisar 2.000 poundsterling sekira Rp 38 juta.

"Mary adalah berkat bagi semua orang yang dia temui dan cintanya, perhatian dan ketulusannya akan tak tergantikan."

"Kamu akan selamanya berada di hati kami Mary."

"Ingatanmu masih bersama kami dan kami akan menghargai mereka sampai kita bertemu lagi. Kami akan selamanya merindukanmu," kata keduanya atas kepergian Mary.

Rumah Sakit Bedfordshire NHS Foundation Trust mengatakan bahwa Mary dinyatakan positif COVID-19 pada 5 April.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas