Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Oprah Winfrey Sebut Covid-19 Merusak Komunitas Kulit Hitam di AS, Data Awal Ungkap Demikian

Oprah Winfrey pada tur promosi serial TV terbarunya 'Oprah Talks COVID-19' mengatakan virus corona merusak komunitas kulit hitam di AS.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ika Nur Cahyani
zoom-in Oprah Winfrey Sebut Covid-19 Merusak Komunitas Kulit Hitam di AS, Data Awal Ungkap Demikian
Woman Talk
Oprah Winfrey pada tur promosi serial TV terbarunya 'Oprah Talks COVID-19' mengatakan virus corona merusak komunitas kulit hitam di AS. 

Begitu dia mendengar orang dengan sakit bawaan berisiko lebih tinggi, dia khawatir tentang keselamatannya sendiri selama pandemi.

"Jadi begitu aku mendengar kondisi yang sudah ada sebelumnya aku seperti 'kunci pintunya, tidak ada yang datang ke sini'," kata Winfrey.

Winfrey sangat prihatin dengan komunitasnya, Afrika-Amerika, yang tidak menyadari penuh bahaya pandemi Covid-19 ini.

Oleh karena itu dia ingin menyadarkan, apalagi mereka yang memiliki sakit bawaan tertentu.

"Ini tidak hanya merusak komunitas kami tetapi orang-orang yang memiliki kondisi yang melatarbelakangi, yang saya pikir orang tidak mengetahui itu," katanya.

Krisis Covid-19 bagi Warga Kulit Hitam di AS

Mengutip The New Yorker, ribuan orang kulit putih di AS telah meninggal karena virus asal Wuhan ini. 

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, nyatanya laju kematian dari orang kulit hitam di sana, menjadikan krisis kesehatan AS menjadi cermin ketidaksetaraan ras dan kelas.

Menurut laporan Reuters pada Selasa (7/4/2020) lalu, orang Afrika-Amerika lebih mungkin meninggal karena Covid-19 daripada kelompok lainnya.

Sejatinya data ini masih prematur dalam perjalanan pandemi serta data demografisnya tidak lengkap.

Baca: Donald Trump Setop Danai WHO, Menlu Jerman: Menyalahkan Pihak Lain Bukanlah Solusi

Baca: Kecaman Politikus Rusia pada Keputusan Trump Setop Dana WHO, Wakil Menlu: Keputusan yang Egois

Akan tetapi, setidaknya data ini membuka pandangan pada pahitnya rasisme di Amerika.

Louisiana, dengan lebih dari dua puluh satu ribu infeksi yang dilaporkan, memiliki jumlah kasus virus corona terbesar di luar Timur Laut dan Midwest.

Saat Gubernur John Bel Edwards mengumumkan rasio kematian berdasarkan ras dan etnis, ternyata orang Afrika-Amerika sebanyak 70 persen meninggal karena ini.

Di kota kecil Albany, Georgia lebih dari 1.200 orang di positif Covid-19 dan setidaknya tujuh puluh delapan orang telah meninggal.

Menurut laporan sebelumnya, 81 persen korban jiwanya adalah orang Afrika-Amerika.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas