Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Profesor Ini Sebut Covid-19 Berasal dari Laboratorium di Wuhan, Perancis: Tak Ada Bukti Nyata

Profesor Montagnier menduga ada upaya sedang melakukan percobaan menggunakan salah satu virus ini

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Profesor Ini Sebut Covid-19 Berasal dari Laboratorium di Wuhan, Perancis: Tak Ada Bukti Nyata
Freepik
ilustrasi virus corona 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Profesor Luc Montagnier, pemenang Hadiah Nobel untuk Kedokteran pada tahun 2008 menduga virus Covid-19 adalah buatan manusia.

Montagnier yang “menemukan” HIV sebagai penyebab epidemi AIDS bersama dengan Françoise Barré-Sinoussi, SARS-CoV-2 menyatakan tegas dan bertanggungjawab atas ucapannya bahwa pandemi Covid-19 adalah virus yang dimanipulasi dan secara tidak sengaja.

Baca: Singapura Catatkan Kasus Harian Virus Corona Tertinggi, Ada 942 Temuan dalam Sehari

Media Gilmore Health melaporkan setelah Montagnier diwawancarai di podcast medis.

Profesor Montagnier menduga ada upaya sedang melakukan percobaan menggunakan salah satu virus ini sebagai vektor untuk HIV dalam mencari vaksin AIDS,

Luc Montagnier menemukan virus HIV pada tahun 1983.

Rekomendasi Untuk Anda

"Dengan rekan saya, ahli bio-matematik Jean-Claude Perez, kami dengan hati-hati menganalisis deskripsi genom virus RNA ini," jelas Luc Montagnier, yang diwawancarai oleh Dr Jean-François Lemoine untuk podcast harian di Pourquoi Docteur.

Luc Montagnier menambahkan yang lain juga sudah menjelajahi penelitian tersebut, misalnya Peneliti India telah mencoba untuk menganalisis, yang menunjukkan genom coronavirus ini mengandung urutan virus lain.

Baca: Hasil Rapid Test 2 ABK Reaktif, PELNI Karantina KM Bukit Raya di Pelabuhan Tanjung Priok

"Tidak,“ tekan Luc Montagnier,  ”Untuk memasukkan urutan HIV ke dalam genom ini, alat molekuler diperlukan, dan itu hanya dapat dilakukan di laboratorium yaitu di Wuhan."

Berita baiknya menurut Montagnier, "Alam tidak menerima pengutipan molekuler, itu akan menghilangkan perubahan tidak alami ini dan bahkan jika tidak ada yang dilakukan, semuanya akan menjadi lebih baik, tetapi sayangnya setelah banyak kematian."

Perancis Sebut Tak Ada Bukti

Sementara itu, Perancis menepis rumor yang beredar bahwa virus corona berasal dari kebocoran laboratorium tersebut.

Perancis menyatakan tidak ada bukti faktual terkait Covid-19 dengan laboratorium di Wuhan, China.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas