Presiden AS Donald Trump Tak Sabar Buka Kembali Sekolah
Trump menyarankan sekolah-sekolah dapat dibuka lebih cepat karena banyak gubernur negara bagian telah meliburkan sekolah selama sisa tahun akademik.
Penulis:
Febby Mahendra
Editor:
Dewi Agustina
TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Wabah Covid-19 di Amerika Serikat (AS) menunjukkan angka tertinggi di dunia, namun Presiden Donald Trump sudah tak sabar ingin membuka kembali sekolah-sekolah dan membatalkan kebijakan tetap tinggal di rumah.
Trump menyarankan sekolah-sekolah dapat dibuka lebih cepat karena banyak gubernur negara bagian telah meliburkan sekolah selama sisa tahun akademik.
"Saya pikir sekolah akan segera dibuka. Saya pikir banyak gubernur sudah berbicara tentang sekolah yang dibuka. Kita telah belajar banyak tentang penyakit ini. Kami akan mengurus banyak orang," kata Trump pada konferensi pers Gedung Putih, Jumat (17/4/2020) waktu setempat atau Sabtu WIB.
Trump mengaku sudah berdialog dengan sejumlah gubernur.
"Saya punya anak laki-laki. Saya ingin melihatnya pergi ke sekolah. Tinggal di rumah itu sangat bagus, tapi saya ingin dia pergi ke sekolah," kata Trump.
Menurut penghitungan Universitas Johns Hopkins, hingga Sabtu setidaknya ada 700.282 kasus positif Covid-19 di AS.
Pada Jumat, 29.131 kasus baru dilaporkan di negara tersebut. Setidaknya 36.822 orang meninggal dunia akibat virus corona.
Pemerintah Donald Trump menerbitkan dokumen panduan setebal 18 halaman, berisi tiga tahapan terkait penanganan Covid-19.
Setiap fase berlangsung minimal 14 hari.
Ada beberapa rekomendasi pada tiga tahapan tersebut, yaitu setiap individu bisa menjaga kesehatan dan memastikan dapat menerapkan jarak sosial (social distancing), pelacakan penularan, hingga pelaksanaan tes virus corona.
Baca: Warga di Sleman Ciptakan Masker Transparan untuk Teman Bisu dan Tuli Agar Lebih Mudah Berkomunikasi
Tahapan pertama banyak menjelaskan tentang kebijakan karantina seperti menghindari perjalanan yang tidak penting dan tidak berkumpul secara kelompok.
Namun dikatakan tempat-tempat berskala besar seperti restoran, tempat ibadah dan tempat olahraga dapat beroperasi di bawah protokol menjaga jarak fisik yang ketat.
Apabila tidak ada kenaikan signifikan virus corona, pada tahap kedua warga dimungkinkan melakukan perjalanan nonesensial.
Dalam tahap kedua ini, sekolah dapat dibuka kembali dan bar dapat beroperasi, syaratnya harus menjaga jarak satu sama lain secara ketat.
Pada tahap ketiga, apabila negara bagian menemukan tren gejala dan kasus menurun, warganya dimungkinkan menggelar interaksi publik namun tetap menjaga aturan jarak fisik.
Dokumen itu juga menyebutkan sejumlah negara bagian dapat memulai kembali kehidupan normal setelah melewati periode evaluasi setidaknya, selama sebulan.