Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Jerman dan Inggris Mulai Uji Coba Vaksin Covid-19 pada Manusia 

Jerman dan Inggris yang berlomba mengembangkan vaksin akan melakukan uji klinis kandidat vaksin virus corona pada manusia.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Jerman dan Inggris Mulai Uji Coba Vaksin Covid-19 pada Manusia 
Fresh Daily
Ilustrasi vaksin virus corona - Jerman dan Inggris Mulai Uji Coba Vaksin Covid-19 kepada pada Manusia  

TRIBUNNEWS.COM - Jerman dan Inggris berlomba mengembangkan vaksin untuk virus corona.

Dua negara tersebut akan melakukan uji klinis kandidat vaksin virus corona pada manusia pekan ini.

Sekarang ada sekira 150 proyek pembangunan di seluruh dunia.

Mengutip dari France24, rencana Jerman dan Inggris hanya di antara lima negara yang melakukan uji klinis pada manusia dan telah disetujui di seluruh dunia. 

Lebih lanjut, di Inggris, sukarelawan dalam percobaan di Universitas Oxford akan diberikan dosis pertama vaksin potensial berdasarkan virus yang ditemukan pada simpanse, Kamis (23/4/2020).

Baca: Wanita di Jerman Nyalakan Ratusan Lilin Wujud Duka Cita untuk Korban Virus Corona

Baca: Jika Vaksin Covid-19 Ditemukan, Indonesia Minta Harganya Dapat Dijangkau Negara Berkembang

Ilustrasi vaksin virus corona - Jerman dan Inggris Mulai Uji Coba Vaksin Covid-19 kepada pada Manusia 
Ilustrasi vaksin virus corona - Jerman dan Inggris Mulai Uji Coba Vaksin Covid-19 kepada pada Manusia  (Fresh Daily)

Sementara itu pada Rabu (22/4/2020), Badan Pengawas Jerman (PEI) memberikan lampu hijau percobaan pertama negara itu pada sukarelawan manusia.

Mereka akan menerima vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan Jerman Biontech dan raksasa AS Pfizer.

Rekomendasi Untuk Anda

Uji coba Oxford, yang dijalankan oleh Jenner Institute University, melibatkan 510 sukarelawan berusia antara 18 dan 55 pada fase pertama.

Peluang Berhasil 80 Persen

Lebih jauh, Direktur Penelitian, Profesor Sarah Gilbert memperkirakan, peluangnya untuk berhasil 80 persen.

Lembaga tersebut bertujuan mengembangkan satu juta dosis vaksin pada September 2020.

Mereka berharap dapat mendistribusikannya secepat mungkin setelah persetujuan. 

Sementara itu, PEI mengatakan, persetujuannya atas uji coba Biontech menandai "langkah signifikan" dalam membuat vaksin "tersedia sesegera mungkin". 

Pada fase pertama, akan terlihat 200 sukarelawan sehat berusia antara 18 dan 55 tahun.

Sukarelawan tersebut divaksinasi dengan varian vaksin.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas