Tuding Beijing Berbohong Soal Covid-19, Negara Bagian Missouri Ajukan Tuntutan Perdata ke China
Tentu saja China membantah tudingan itu. Trump mengatakan tidak akan membicarakan laporan intelijen.
Penulis: Febby Mahendra
Editor: Choirul Arifin

Pandemi Covid-19 memaksa gubernur negara-negara bagian menetapkan aturan tinggal dalam rumah sehingga banyak usaha gulung tikar dan kegiatan sosial berhenti.
Setidaknya, 22 juta orang mendaftar untuk bantuan pengangguran dalam satu bulan terakhir. Angka itu menembus rekor baru dalam catatan Pemerintah AS.
Baca: Anggota DPR Minta Warga Diperbolehkan Mudik: Luhut Tegaskan Tidak Bisa!
"Jika AS ingin menuntut China, gugatan itu harus diajukan lewat forum internasional. Tidak ada kewenangan hukum yang dapat mengadili gugatan tersebut di pengadilan AS ," kata Chimne Keitner, profesor hukum internasional Fakultas Hukum Hastings, University of California, San Francisco.
Presiden AS Donald Trump terus melontarkan spekulasi mengenai asal-usul Covid-19.
Ia menyebut virus corona muncul di tengah perang dagang Amerika Serikat dengan China, dan mengatakan tidak ada yang lebih keras terhadap China ketimbang dirinya.
Sejumlah media AS sebelumnya melaporkan bahwa lembaga intelijen AS meyakini virus tersebut berasal dari sebuah lembaga penelitian virus di Wuhan, yang protokol keamanan kurang baik.
Tentu saja China membantah tudingan itu. Trump mengatakan tidak akan membicarakan laporan intelijen. (cnn/bbc/feb)