Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

WHO Tegaskan Tidak Ada Garansi Kebal Corona Sekalipun sudah Pernah Terinfeksi

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa tidak ada bukti kuat pasien yang pernah terinfeksi corona akan kebal pada virus itu.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Daryono
zoom-in WHO Tegaskan Tidak Ada Garansi Kebal Corona Sekalipun sudah Pernah Terinfeksi
El Pais
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. 

Kemungkinan lainnya adalah hasil tesnya yang kurang akurat.

Atau bisa jadi masih ada sisa-sisa virus yang tertinggal di sistem tubuh pasien, tetapi tidak membahayakan tubuh atau beresiko menulari.

Sejatinya sejumlah ahli sudah memperingatkan bahwa sertifikat semacam ini justru akan memperburuk kondisi perekonomian karena resiko penularan tinggi.

Bisa saja orang-orang dengan sertifikat itu atau mereka yang sudah putus asa pergi bekerja dan berakhir dengan terinfeksi corona.

Sementara itu, gagasan untuk memisahkan orang sesuai status kekebalan tubuhnya di AS memiliki sejarah yang kelam.

Sejauh ini, satu-satunya negara yang sudah meluncurkan skema sertifikat kekebalan ini adalah Chili.

Warga Kampung Larangan, Gayam, Sukoharjo melakukan sosialisasi soal virus corona dan kentongan dengan menggunakan kostum Superhero (Dokumentasi Pribadi Agus Widanarko).
Warga Kampung Larangan, Gayam, Sukoharjo melakukan sosialisasi soal virus corona dan kentongan dengan menggunakan kostum Superhero (Dokumentasi Pribadi Agus Widanarko).

Sedangkan di tempat lainnya ada kekhawatiran bahwa sertifikat itu tidak berfungsi banyak bila hanya sebagian kecil populasi yang terinfeksi.

Rekomendasi Untuk Anda

WHO mengatakan pihaknya terus meninjau bukti tentang reaksi antibodi terhadap virus.

Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa orang yang pulih dari infeksi memiliki antibodi terhadap virus, tetapi tidak apakah jelas antibodi itu memberikan perlindungan.

"Pada 24 April 2020, tidak ada penelitian yang mengevaluasi apakah keberadaan antibodi untuk SARS-CoV-2 memberikan kekebalan terhadap infeksi selanjutnya oleh virus ini pada manusia," jelas sebuah surat kabar.

Baca: Isu Covid-19 Bocor dari Lab di Wuhan, WHO Buktikan Corona Berasal dari Hewan

Baca: WHO Tegaskan Corona Berasal dari Kelelawar, Bukan Buatan Labolatorium

Dalam waktu empat bulan sejak kemunculannya di Wuhan, virus corona sudah menginfeksi 2,9 juta orang.

Per-Minggu (26/4/2020) sebanyak 203.289 orang meninggal dunia.

Sedangkan angka kesembuhan mencapai 836.978.

Hingga saat ini, belum ada negara yang diyakini memiliki populasi luas dengan antibodi yang kuat.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas