Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Seminggu Dirawat karena Covid-19, PM Inggris Boris Johnson Pulih dan Sudah Kembali Bekerja

Sempat mendapatkan perawatan intensif beberapa waktu lalu, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson kembali bekerja.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Ifa Nabila
zoom-in Seminggu Dirawat karena Covid-19, PM Inggris Boris Johnson Pulih dan Sudah Kembali Bekerja
The Guardian/PA/Stefan Rousseau
PM Inggris Boris Johnson. 

Angka Kematian di Inggris Bisa Lebih Rendah jika....

Lebih jauh, para politisi oposisi mengatakan memberikan komentarnya terkait angka kematian di Inggris karena Covid-19.

Mereka mengatakan, angka kematian akibat virus korona Inggris bisa lebih rendah, jika pemerintah konservatif Johnson memberlakukan lockdown nasional lebih cepat.

Mereka juga menuntut untuk mengetahui kapan dan bagaimana pemerintah akan melonggarkan pembatasan yang diberlakukan 23 Maret dan berjalan setidaknya hingga 7 Mei 2020.

Dalam suratnya kepada Boris Johnson, Pemimpin Partai Buruh oposisi Keir Starmer memberikan komentarnya.

"Keputusan harus diambil lebih cepat dan komunikasi dengan publik perlu lebih jelas," katanya.

"Publik Inggris telah membuat pengorbanan besar untuk membuat kuncian bekerja," tulisnya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Mereka layak menjadi bagian dari percakapan orang dewasa tentang apa yang terjadi selanjutnya," tambahnya.

Ilmuwan Sebut Inggris Capai Puncak Pandemi

Lebih jauh, para ilmuwan mengatakan Inggris telah mencapai puncak pandemi tetapi belum keluar dari bahaya.

Jumlah orang yang dirawat di rumah sakit dengan Covid-19 menurun dan jumlah kematian setiap hari memuncak pada 8 April 2020.

Tetapi ratusan kematian baru di Inggris kabarnya diumumkan setiap hari.

Beberapa ahli kesehatan mengatakan Inggris bisa memiliki jumlah kematian virus tertinggi di Eropa.

Ketika kekhawatiran menyusut bahwa sistem kesehatan akan kewalahan, para penentang mengkritik pemerintah Johnson.

Mereka mengritik kurangnya  peralatan pelindung (APD) bagi para pekerja medis dan kurangnya pengujian untuk virus tersebut.

Baca: Meski 18 Jam Lamanya, Dono Bersyukur Puasa di Inggris Kali Ini Lebih Hikmat di Tengah Pandemi Corona

Baca: Boris Johnson Mulai Kerja Hari Ini, Dihadapkan Pro Kontra Pembukaan Sekolah dan Bisnis di Inggris

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas