Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

AS Izinkan Remdesivir untuk Obati Covid-19

Amerika Serikat mengizinkan penggunaan darurat remdesivir sebagai obat untuk pasien Covid-19 supaya mereka bisa pulih dengan cepat.

AS Izinkan Remdesivir untuk Obati Covid-19
Freepik.com
Ilustrasi virus corona. 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Regulator Amerika Serikat mengizinkan penggunaan darurat remdesivir sebagai obat untuk pasien Covid-19 supaya mereka bisa pulih dengan cepat. 

Ini adalah obat pertama yang terbukti membantu memerangi Covid-19.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (Food and Drug Administration/FDA), Jumat (1/5) waktu setempat atau Sabtu WIB,  memberikan persetujuan penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) setelah hasil awal dari studi yang disponsori pemerintah menunjukkan remdesivir buatan Gilead Sciences mempersingkat waktu pemulihan hingga 31 persen, atau rata-rata sekitar empat hari.

Penelitian dilakukan terhadap 1.063 pasien,  dilakukan secara ketat , termasuk terhadap kelompok pembanding yang menerima perawatan biasa. Oleh karena itu efek remdesivir dapat dievaluasi secara ketat.

Baca: KPU: Petahana Menyalahgunakan Wewenang terkait Covid-19 Bisa Gugur di Pilkada

Baca: Mimpi Abidzar dan Menangis Tiap Dengar Lagu Uje, Putra Umi Pipik: Nanti di Surga Kita Naik Motor Ya

Baca: Hanya 10 Menit, Pelaku Pembunuh Sopir Taksi Online Ditangkap, Begini Kronologinya

Pasien yang diberi remdesivir dapat meninggalkan rumah sakit, rata-rata  dalam 11 hari,   dibandingkan 15 hari untuk kelompok pembanding. Obat ini juga dapat mengurangi kematian, meskipun itu tidak pasti dari hasil yang diungkapkan sejauh ini.

Anthony Fauci dari National Institutes of Health mengatakan obat itu akan menjadi standar perawatan baru untuk pasien Covid-19 yang sakit parah.

Obat belum diuji pada orang yang menderita penyakit ringan. Obat diberikan melalui infus di rumah sakit.

Gilead mengatakan akan menyumbangkan stok obat yang tersedia saat ini dan meningkatkan produksi untuk menghasilkan lebih banyak. Tidak ada obat yang disetujui sekarang untuk mengobati pasien Covid-19, dan remdesivir masih perlu persetujuan resmi bukan sekadar untuk penggunaan darurat.

FDA sebelumnya memberikan otorisasi penggunaan darurat untuk obat malaria, hydroxychloroquine, setelah Presiden Donald Trump berulang kali mempromosikannya. 

Namun, tidak ada penelitian besar berkualitas tinggi yang menunjukkan obat ini bekerja untuk menyembukan Covid-19,  dan memiliki masalah keamanan signifikan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Febby Mahendra
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas