Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

80.000 Perusahaan di Jepang Bangkrut Dalam Setahun, Diperkirakan Meningkat Akibat Pandemi Corona

Pemerintah meminta dan bekerjasama dengan perbankan Jepang agar memudahkan pinjaman kepada para pengusaha UKM dan perusahaan besar Jepang.

80.000 Perusahaan di Jepang Bangkrut Dalam Setahun, Diperkirakan Meningkat Akibat Pandemi Corona
Foto NHK
Ketua Kadin Jepang, Akio Mimura. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Dalam kurun waktu setahun sedikitnya 80.000 perusahaan Jepang bangkrut. Namun dengan adanya pandemi corona ini diperkirakan akan lebih banyak lagi perusahaan yang bangkrut.

"Setahun sekitar 80.000 perusahaan Jepang bangkrut selama ini dan gara-gara corona kami perkirakan jauh lebih banyak lagi yang akan bangkrut karena sekarang saja sehari bisa sekitar 125 perusahaan menutup usahanya," ungkap Ketua Kadin Jepang, Akio Mimura, Minggu (10/5/2020) di acara TV NHK.

Akio Mimura juga bersyukur karena proses subsidi untuk mendapatkan uang dari pemerintah untuk setiap usaha Jepang bisa dua minggu seperti disampaikan Menteri Kesehatan Katsunobu Kato pagi ini.

"Namun itu kan prosesnya kalau sudah diterima masuk. Nah pada saat persiapan ingin memasukkan dokumen sebelum diterima itu bisa panjang sekali antreannya, sehingga kalau di jumlah makan waktu mungkin bisa tiga atau empat bulan nantinya. Bagi perusahaan besar ini sangat menyusahkan sekali," tambahnya.

Sementara itu Menteri Revitalisasi Ekonomi Jepang Yasutoshi Nishimura juga mengungkapkan saat ini pemerintah meminta dan bekerjasama dengan perbankan Jepang agar memudahkan pinjaman kepada para pengusaha UKM dan perusahaan besar Jepang.

Baca: Putri di-PHK hingga Ditinggalkan Istri, Kondisi Pria yang Lumpuh 5 Tahun Lalu Baru Diketahui Petugas

"Bagi perusahaan Jepang yang besar mungkin bisa meminjam sampai 100 juta yen dengan mudah tanpa jaminan tanpa bunga, itu sedang diproses lebih lanjut oleh perbankan Jepang," kata menteri Yoshimura.

Demikian pula subsidi untuk sewa kantor dan bantuan bagi pelajar berupa beasiswa juga sedang digodok lebih lanjut aturannya oleh pemerintah Jepang.

"Kita harapkan bantuan-bantuan tersebut bisa cepat ke luar untuk pelajar maupun para UKM sehingga bisa berguna," kata Nishimura.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas