Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Ingin Segera Cabut Lockdown, Donald Trump Justru Temui Banyak Infeksi Corona di Gedung Putih

Donald Trump berharap minggu ini Amerika akan segera pulih dari pandemi corona. Sayangnya, wabah ini justru mulai berdatangan ke arahnya.

Ingin Segera Cabut Lockdown, Donald Trump Justru Temui Banyak Infeksi Corona di Gedung Putih
https://twitter.com/realDonaldTrump
Presiden Donald Trump - Donald Trump berharap Amerika akan segera pulih dari pandemi corona. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden AS, Donald Trump, berharap minggu ini Amerika akan segera pulih dari pandemi corona.

Sayangnya wabah ini justru mulai berdatangan ke arahnya.

Sehari setelah melanggar isolasi pribadi, aturan yang dia berlakukan sendiri setelah melakukan perjalanan lintas negara, Trump mendapat kabar mengejutkan.

Dikutip dari CNN, satu dari staf valet-nya dinyatakan positif Covid-19.

Baca: Corona Memasuki Gedung Putih: Sekretaris Wapres hingga Valet Donald Trump Positif

Baca: Ajudan Presiden AS di Gedung Putih Terinfeksi Corona, Trump dan Pence Dinyatakan Negatif Covid-19 

Dua hari kemudian, sekretaris pers Wakil Presiden Mike Pence juga positif corona.

Akibatnya Pence harus menjalani serangkaian tes corona dan menunda perjalanannya ke Iowa.

Dua staf yang cukup dekat dengan orang nomor satu dan dua di AS ini membuat risau Gedung Putih tentang siapa lagi yang mungkin terinfeksi.

Presiden AS Donald Trump mengunjungi pabrik Honeywell International Inc. yang memproduksi masker N95 dalam perjalanan pertamanya sejak lockdown akibat COVID-19 yang berlaku mulai 5 Mei 2020, di Phoenix, Arizona.
Presiden AS Donald Trump mengunjungi pabrik Honeywell International Inc. yang memproduksi masker N95 dalam perjalanan pertamanya sejak lockdown akibat COVID-19 yang berlaku mulai 5 Mei 2020, di Phoenix, Arizona. (AFP/Brendan Smialowski)

Belum selesai kabar tersebut, asisten pribadi Ivanka Trump juga dinyatakan mengidap Covid-19.

Kedatangan pandemi corona ke Sayap Barat AS menggambarkan ganasnya wabah yang telah merenggut 80.000 lebih nyawa di Amerika.

Bahkan pandemi asal China ini telah mengubah ekonomi negara adidaya, AS, menjadi layu.

Halaman
123
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas