Penjaga Tiket Kereta Api Meninggal setelah Diludahi Pria, Keluarga Pertanyakan Keselamatan Pekerja
Kematian penjaga tiket kereta api di London setelah diludahi pria mengaku memiliki Covid-19 memicu perdebatan baru tentang keselamatan pekerja.
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Tiara Shelavie
![Penjaga Tiket Kereta Api Meninggal setelah Diludahi Pria, Keluarga Pertanyakan Keselamatan Pekerja](https://asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/belly-mujinga-47.jpg)
Family Handout
Penjaga tiket kereta api di Stasiun Victoria, London Belly Mujinga (47) meninggal dengan virus corona, setelah diludahi pria yang mengaku memiliki Covid-19
"Keadilan harus ditegakkan," kata Ntumba.
"Suaminya di sini, putrinya di sini. Kita bisa kehilangan mereka semua. Kita perlu keadilan, jika orang itu tertangkap, dia perlu dihukum berat," tegas Ntumba.
Mujinga Memiliki Masalah Pernapasan
Lebih jauh, kematian Mujinga menimbulkan sejumlah pertanyaan bagi orangyang diminta untuk kembali bekerja.
Pasalnya, Mujinga diketahui memiliki masalah pernapasan yang mendasarinya.
Bahkan sebelum Mujinga tertular virus tersebut, dia konsultasi rutin di rumah sakit, karena sulit bernapas.
Haruskah Mujinga bekerja?
Berita Rekomendasi
Secara terpisah, pada saat kejadian, WHO merilis panduan yang mengatakan, orang dengan penyakit pernapasan berada dalam kelompok beresiko.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)