Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Sengketa Laut Cina Selatan AS-China Memanas, Tuduhan Perihal Corona Dilancarkan AS

AS meningkatkan tekanan militer terhadap China di tengah meningkatnya ketegangan di Laut China Selatan.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
zoom-in Sengketa Laut Cina Selatan AS-China Memanas, Tuduhan Perihal Corona Dilancarkan AS
AFP
Vietnam dan Cina bersitegang atas sengketa perbatasan Laut Cina Selatan. 

Tuduhan-tuduhan ini mendapat teguran keras dari Beijing.

Pihaknya mendesak AS untuk fokus menangani wabah corona dan menghentikan operasi militer semacam itu.

"China mendesak Amerika Serikat untuk fokus pada bisnisnya sendiri dengan pencegahan dan pengendalian pandemi, memberikan lebih banyak kontribusi pada perjuangan global melawan Covid-19, dan segera menghentikan operasi militer yang merusak keamanan, perdamaian, dan stabilitas kawasan," kata juru bicara Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat, Col Senior Li Huamin.

Sementara itu juru bicara Pentagon, Letnan Kolonel Dave Eastburn mengatakan bahwa China memanfaatkan kondisi pandemi untuk menguasai Laut China Selatan.

"Kami prihatin dengan meningkatnya, aktivitas oportunistik oleh Republik Rakyat Tiongkok untuk memaksa negara-negara tetangganya dan menekan klaim maritimnya yang melanggar hukum di Laut China Selatan, sementara dunia berfokus pada penanganan pandemi Covid-19," katanya.

China telah lama mengritik provokasi AS dan upaya militer negara adidaya itu di Laut China Selatan.

Ini berlangsung sejak beberapa tahun silam ketika Tiongkok mengajukan klaim teritorial yang disengketakan.

Baca: Intelijen AS Tuding Presiden China Xi Jinping Tekan WHO Terkait Corona

Baca: Relaksasi PSBB Dikhawatirkan untuk Beri Kemudahan TKA China Masuk ke Indonesia

Rekomendasi Untuk Anda

Laut China Selatan dianggap sebagai lokasi strategis.

Jalur ini merupakan rumah bagi beberapa rute pengiriman tersibuk di dunia serta potensi cadangan sumber daya alam seperti minyak dan gas.

Sebagian wilayah lautnya diperebutkan oleh banyak negara, termasuk China, Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Taiwan.

Pejabat militer AS menilai, China telah membangun pos-pos di pulau buatan manusia di daerah yang disengketakan.

Mereka memasang fasilitas militer dan rudal di sana sebagai bagian dari upaya untuk melakukan kontrol atas jalur air strategis ini.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas