Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Video Eksperimen Penyebaran Kuman Menggunakan Cat Fluoresens yang Menyebar dalam 30 Menit

Baru-baru ini beredar sebuah video eksperimen tentang bagaimana mudahnya kuman bisa menyebar.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Bunga Pradipta Pertiwi
Editor: Ifa Nabila
zoom-in Video Eksperimen Penyebaran Kuman Menggunakan Cat Fluoresens yang Menyebar dalam 30 Menit
Tangkapan layar video NHK
Dalam percobaan, satu orang ditetapkan sebagai orang yang terinfeksi, dan dengan asumsi bahwa batuk ditekan dengan tangan. Cat fluorescent yang diibratkan virus dioleskan ke telapak tangan, dan prasmanan berjalan seperti biasa selama 30 menit. (Tangkapan layar video NHK) 

TRIBUNNEWS.COM- Upaya apa saja yang telah kamu lakukan agar terhindari dari virus corona yang mematikan?

Apakah kamu sudah cukup menjaga kebersihan?

Baru-baru ini, beredar sebuah video eksperimen tentang bagaimana mudahnya kuman bisa menyebar.

Dikutip dari Insider, ekperimen tersebut dilakukan oleh tim di Fakultas Kedokteran Universitas St Marianna Kawasaki, Jepang.

Ilustrasi virus corona
Ilustrasi virus corona (sciencefocus.com)

Baca: Sosiolog UI Beberkan Plus-Minus Dampak Covid-19 di Masyarakat

Baca: Kata Ilmuan, Virus Corona Bisa Bertahan di Tubuh Hingga 5 Minggu Setelah Terinfeksi

Eksperimen ini menggunakan cat fluoresens sebagai gambaran 'kuman'.

Jumlah peserta eksperimen ini adalah 10 orang.

Kesepuluh orang ini akan menikmati hidangan prasmanan dalam sebuah ruangan.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam percobaan, satu orang ditetapkan sebagai orang yang terinfeksi, dan dengan asumsi bahwa batuk ditekan dengan tangan.

Cat fluorescent yang diibratkan virus dioleskan ke telapak tangan, dan acara prasmanan berjalan seperti biasa selama 30 menit.

Ekperimen tersebut dilakukan oleh tim di Fakultas Kedokteran Universitas St Marianna Kawasaki, Jepang.
Ekperimen tersebut dilakukan oleh tim di Fakultas Kedokteran Universitas St Marianna Kawasaki, Jepang. (Situs Universitas Kedokteran St. Marianna)

Setelah itu, lampu ruangan dimatikan dan lampu khusus sinar UV dinyalakan.

Meski hanya satu orang yang 'terinfeksi' ditemukan bahwa cat fluorescent itu tersebar hampir di seluruh area, terutama pada peralatan makan dan tangan peserta lain.

Tampak jelas bahwa cat itu menyebar ke tangan semua peserta, tiga di antaranya bahkan menempel di wajah.

'Virus' itu menyebar melalui tutup wadah makanan, penjepit makanan, hingga wadah minum.

Di sisi lain, sebagai langkah melawan infeksi, petugas toko memisahkan piring dan sering menukar penjepit.

Baca: Peneliti Temukan Virus Serupa Covid-19 pada Kelelawar, Bukti Corona Tak Bocor dari Laboratorium

Baca: Peneliti Hong Kong Ungkap Pasien Covid-19 Gejala Ringan Pulih Lebih Cepat dengan 3 Obat Antivirus

Eksperimen menggunakan cat fluoresens sebagai gambaran 'kuman'. (Tangkapan layar video NHK)
Eksperimen menggunakan cat fluoresens sebagai gambaran 'kuman'. (Tangkapan layar video NHK) (Tangkapan layar video NHK)

Selain itu juga mendorong pelanggan untuk sering membersihkan tangan agar 'virus' tak menyebar.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas