Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Manuver Beijing di Laut China Selatan Mulai Bikin Gerah Australia

Laut China Selatan merupakan rute strategis yang penting untuk menuju Asia Tenggara.

Manuver Beijing di Laut China Selatan Mulai Bikin Gerah Australia
Google Maps
Laut China Selatan 

TRIBUNNEWS.COM - Laut China Selatan merupakan rute strategis yang penting untuk menuju Asia Tenggara.

Sudah sejak lama China berusaha mengklaim laut lepas ini sebagai wilayah kedaulatan miliknya.

Bahkan di tengah krisis kesehatan global yang bermula dari wilayahnya, virus corona, Beijing terlihat beroperasi di Laut China Selatan.

Aksi ini lantas membuat panas konflik AS-China yang sejak lama berhembus, sebagaimana dikutip dari Nation

Baca: Sengketa Laut China Selatan Dituntaskan

Baca: Sengketa Laut Cina Selatan AS-China Memanas, Tuduhan Perihal Corona Dilancarkan AS

KN Belut laut 4806 milik Bakamla RI yang sedang melakukan patroli rutin di perairan dekat Laut Cina Selatan menangkap kapal ikan berbendera Vietnam pada 12 April 2017.
KN Belut laut 4806 milik Bakamla RI yang sedang melakukan patroli rutin di perairan dekat Laut Cina Selatan menangkap kapal ikan berbendera Vietnam pada 12 April 2017. (Humas Bakamla RI)

Apalagi saat ini Amerika Serikat menyalahkan China atas wabah corona yang sudah merebak di dunia.

Menyoal kehadiran China di Laut China Selatan, Gedung Putih menuduh Beijing tengah mengeksploitasi Covid-19 demi memperkuat posisinya di wilayah tersebut.

Sama halnya dengan AS, Australia kini mulai resah dengan kehadiran kapal-kapal militer Tiongkok di tengah sengketa Laut China Selatan.

Mengacu pada meningkatnya intensitas kapal-kapal ini, The Economic Times mengutip pernyataan Komisaris Tinggi Australia untuk India, Barry O'Farrell.

"Tindakan untuk mengganggu kegiatan eksploitasi sumber daya negara lain dan penggunaan pantai yang berbahaya dan koersif menjaga kapal dan disebut milisi laut," ungkapnya mendapati pergerakan kapal Tiongkok.

Ketegangan di Laut China Selatan semakin meningkat ketika Washington DC mengintensifkan kegiatan militer di wilayah itu pada 2020 ini.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas