Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Konsumsi Pribadi akan Berkurang 14,3 Triliun Yen Jika Deklarasi Darurat di Jepang Hingga Akhir Mei

Penurunan konsumsi pribadi akan menjadi 14 triliun yen, dengan asumsi bahwa deklarasi akan dicabut di dua prefektur di Kansai.

Konsumsi Pribadi akan Berkurang 14,3 Triliun Yen Jika Deklarasi Darurat di Jepang Hingga Akhir Mei
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Persimpangan Hachiko Shibuya Tokyo tampak sepi selama masa deklarasi darurat covid-19 di Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Konsumsi pribadi (personal consumption) di Jepang akan berkurang 14,3 triliun yen bila deklarasi darurat nasional Covid-19 berlanjut hingga akhir Mei 2020.

"Apabila deklarasi darurat yang dikeluarkan secara nasional pada bulan April berlanjut di delapan prefektur seperti Tokyo hingga akhir Mei, konsumsi pribadi akan berkurang sebesar 14,3 triliun yen. Itu yang saya hitung dari analisa yang ada," ungkap Toshihiro Nagahama, kepala ekonom di Dai-ichi Life Economic Research Institute, Kamis (21/5/2020).

Kota Tokyo dengan Tower SkyTree Difoto dari Helikopter
Kota Tokyo dengan tower SkyTree difoto dari helikopter.

Menurut perhitungan baru yang dihitung per 21 Mei, menurutnya, penurunan konsumsi pribadi akan menjadi 14 triliun yen, dengan asumsi bahwa deklarasi akan dicabut di dua prefektur di Kansai, seperti Osaka, dan konsumsi makanan dan pakaian akan pulih sampai batas tertentu.

"Jadi, kami pikir itu akan menjadi 200 miliar yen kurang dari sebelumnya," ujar dia.

Baca: Nekat Belanja Baju Lebaran Berjubel di Mal, Pembeli Panik Tahu Kasir Meninggal Positif Covid-19

Ini adalah bentuk yang akan mengerem penurunan konsumsi kalau pembatalan deklarasi dilakukan lebih dulu.

Namun, di antara para ekonom di sektor swasta, karena stagnasi kegiatan ekonomi sejauh ini, diharapkan tingkat pertumbuhan riil GDP (Gross Domestic Product) dari April hingga Juni akan turun secara signifikan lebih dari -20 persen dalam hal tahunan.

Mengenai dampak terhadap lapangan kerja dalam kasus ini, Nagahama memperkirakan bahwa akan ada peningkatan 1,3 juta orang yang menganggur.

Agar tidak memperpanjang resesi ekonomi, perlu menunjukkan adanya langkah-langkah ekonomi terutama di bidang fiskal yang lebih agresif.

Baca: Lewat Video Conference, PM Jepang Menghadiri Upacara Pembukaan Rumah Sakit Kota Başakşehir Turki

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas