Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Terlibat Perdagangan 28,5 Gram Heroin, Punithan Divonis Hukuman Mati Lewat Persidangan Virtual

Punithan Genasan, pria warga negara Malaysia berusia 37 tahun divonis hukuman mati atas perannya dalam transaksi heroin.

Terlibat Perdagangan 28,5 Gram Heroin, Punithan Divonis Hukuman Mati Lewat Persidangan Virtual
Topseventh
Ilustrasi hukuman mati dengan cara ditembak bagian organ jantung. 

TRIBUNNEWS.COM, SINGAPURA - Pertama kalinya pengadilan di Singapura menjatuhkan hukuman mati melalui persidangan virtual menggunakan aplikasi Zoom.

Hukuman mati dijatuhkan kepada pria warga negara Malaysia berusia 37 tahun karena kasus narkoba.

Menurut dokumen pengadilan, Punithan Genasan diganjar vonis mati atas perannya dalam transaksi heroin.

Vonis dijatuhkan di tengah karantina wilayah yang bertujuan menekan penyebaran Covid-19.

"Demi keselamatan semua pihak yang terlibat dalam persidangan, sidang dilakukan melalui konferensi video," kata Juru Bicara Mahkamah Agung Singapura, Rabu (20/5/2020).

Ini merupakan kasus kriminal pertama vonis mati dibacakan melalui persidangan jarak jauh di Singapura.

Penasihat hukum terdakwa Genasan, Peter Fernando, mengatakan kliennya menerima vonis hakim melalui panggilan Zoom dan sedang mempertimbangkan mengajukan banding.

Baca: KRONOLOGI Lengkap Video Viral Habib Umar Assegaf Terlibat Cekcok dengan Petugas PSBB Surabaya

Kelompok HAM mengkritik penggunaan Zoom dalam kasus hukuman mati, namun Fernando menyatakan tidak keberatan pada proses tersebut sebab menurutnya itulah satu-satunya sarana untuk menerima putusan hakim, yang dapat didengar secara jelas dan tanpa ada argumen hukum lain.

Perusahaan teknologi Zoom yang berbasis di California, Amerika Serikat, tidak langsung menanggapi permintaan untuk berkomentar melalui perwakilannya di Singapura.

Selama pemberlakuan karantina wilayah, banyak persidangan di Singapura yang tertunda.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Febby Mahendra
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas