Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Hong Kong-China Memanas, Trump Bakal Beri Respons dalam Waktu Dekat

Amerika Serikat telah menentang keras kepada rencana Beijing yang hendak memperketat cengkramannya terhadap wilayah semi-otonom itu

Hong Kong-China Memanas, Trump Bakal Beri Respons dalam Waktu Dekat
MANDEL NGAN / AFP
Presiden AS Donald Trump berbicara saat pengarahan harian tentang virus corona di Brady Briefing Room di Gedung Putih Washington, DC. pada 23 April 2020 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Gelombang demonstrasi di Hong Kong masih terjadi di masa pandemi virus corona atau Covid-19.

Kabar terbaru, aparat melakukan penembakan terhadap ribuan demonstran yang menolak RUU Keamanan Nasional.

Baca: Hadapi Corona, Kehidupan Masyarakat di Daerah Kumuh Brasil Memprihatinkan: Geng Motor Jadi Penolong

Melansir Kompas.com, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dirinya akan memberi respons 'yang sangat menarik' dalam beberapa hari ke depan terkait ancaman China dalam memperketat kendali pada Hong Kong, Selasa (26/5/2020).

Namun apa yang diharapkannya masih belum jelas.

Dilansir AFP, Amerika Serikat telah menentang keras kepada rencana Beijing yang hendak memperketat cengkramannya terhadap wilayah semi-otonom itu.

Ketika Trump ditanya apakah dia mempertimbangkan sanksi kepada China atau perbatasan visa kepada pelajar China, Trump berkata itu adalah pertanyaan yang penting dan dia akan melakukan sesuatu 'yang sangat menarik'.

"Ini sesuatu yang akan Anda dengar selanjutnya, sebelum akhir pekan. Sangat kuat (berpengaruh), saya pikir begitu," ujar Trump tanpa memberikan keterangan lebih lanjut.

Ketika dia ditanya soal rapat Kongres yang memberikan sanksi pada pejabat China terkait kekerasan HAM terhadap minoritas etnis Uighur, Trump menjawab, "Kami mengawasi dengan ketat, akan saya tinjau lagi sore ini."

Sebelumnya, juru bicara perempuan Trump, Kayleigh McEnany mengatakan Trump memberitahunya bahwa dia merasa status Hong Kong merupakan pusat finansial global, sejajar dengan London dan New York, sedang berada dalam bahaya.

Menurut McEnany, Trump merasa sulit baginya untuk melihat bagaimana Hong Kong bisa menjadi pusat keuangan apabila diambil alih China.

Baca: New Normal, Taman Hiburan Jepang Larang Pengunjung Teriak di Rollercoaster & Pegangan di Rumah Hantu

Halaman
1234
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas