Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Dalam Rekaman Audio, ISIS Sebut Covid-19 Adalah Hukuman Tuhan

Orang dalam rekaman itu mengidentifikasi dirinya sebagai juru bicara ISIS Abu Hamzah Al-Quraishi.

Dalam Rekaman Audio, ISIS Sebut Covid-19 Adalah Hukuman Tuhan
Screenshot dari video propaganda ISIS(Wired)/kompas.com
Foto anggota ISIS. Organisasi teroris ini juga melarang anggotanya bepergian karena takut tertulari virus Corona. 

TRIBUNNEWS.COM, KAIRO - Kelompok teroris ISIS mengatakan pandemi virus corona (Covid-19) adalah hukuman Tuhan bagi musuh-musuhnya.

Demikian menurut rekaman audio pada hari Kamis (28 Mei).

Rekaman audio itu diposting dalam satu website militan.

Orang dalam rekaman itu mengidentifikasi dirinya sebagai juru bicara ISIS Abu Hamzah Al-Quraishi.

Baca: Proyek Strategis Nasional Ditargetkan Serap 19 Juta Tenaga Kerja 

"Tuhan, atas kehendak-Nya, mengirimkan hukuman kepada tirani saat ini dan pengikut mereka... yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang, " katanya, seperti dilansir Reuters dan Straits Times, Jumat (29/5/2020).

"Hari ini, kami senang atas hukuman Tuhan ini untuk kalian."

Baca: Polisi yang Injak Leher George Floyd Disebut Pernah Coba Bunuh Pria Ini, hingga Menembak Jarak Dekat

Rekaman tersebut merupakan rekaman ketiga yang dirilis ISIS sejak mengangkat Abu Ibrahim Al-Hashemi Al-Quraishi sebagai pemimpin baru setelah pembunuhan Abu Bakr Al-Baghdadi oleh pasukan khusus AS di Suriah barat laut akhir tahun lalu.

Quraishi mendesak para pejuang ISIS "di mana pun berada untuk mempersiapkan kekuatan yang merek miliki dan sekuat mungkin puntuk menyerang musuh Allah dan tempat mereka," menurut rekaman itu.

"Jangan biarkan satu hari berlalu tanpa membuat hidup mereka dalam ketakutan," ucapnya.

Dia tidak memberikan target tertentu, tetapi menyebut negara di mana ISIS aktif seperti Suriah dan Irak serta Afrika Barat.

ISIS telah berjuang untuk menyusun kembali dan mengembangkan strategi baru sejak terbunuhnya Baghdadi. (Reuters/Straits Times)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas