Sembilan Pengungsi Suriah Tewas dalam Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan
Serangan udara Israel di kota Adlun, Lebanon selatan, menewaskan sembilan pengungsi Suriah dari satu keluarga, termasuk enam anak-anak,
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Sembilan pengungsi Suriah dari satu keluarga tewas di Adlun.
- Enam korban merupakan anak-anak.
- Israel mengklaim serangan menyasar infrastruktur Hizbullah.
TRIBUNNEWS.COM - Serangan udara Israel kembali mengguncang wilayah Lebanon selatan.
Sedikitnya sembilan pengungsi Suriah dari satu keluarga dilaporkan tewas setelah sebuah rumah warga sipil di kota Adlun, wilayah Sidon, menjadi sasaran serangan pada Minggu (31/5/2026).
Menurut kantor berita resmi Lebanon, NNA, pesawat tempur Israel menargetkan sebuah rumah yang dihuni warga sipil.
Bangunan tersebut runtuh akibat hantaman serangan dan menewaskan seluruh anggota keluarga yang berada di dalamnya.
Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan bahwa para korban merupakan warga Suriah dari keluarga yang sama dan enam di antaranya adalah anak-anak.
Di sisi lain, militer Israel menyatakan bahwa operasi udara yang dilakukan di berbagai wilayah Lebanon selatan ditujukan untuk menyerang infrastruktur dan fasilitas milik Hizbullah.
Baca juga: Israel Kuasai Kastil Beaufort: IDF Seberangi Sungai Litani, Pertempuran Kini Jauh di Dalam Lebanon
"Dalam operasi tersebut, pesawat tempur menargetkan infrastruktur dan fasilitas Hizbullah di Lebanon selatan," demikian pernyataan militer Israel, mengutip Anadolu Agency, Minggu (31/5/2026).
Serangan terbaru ini terjadi ketika konflik lintas perbatasan antara Israel dan Hizbullah terus meningkat meskipun gencatan senjata masih diberlakukan.
Israel Kuasai Benteng Shakif di Tengah Gencatan Senjata
Tentara Israel mengumumkan telah menguasai Benteng Shakif yang berada di utara Sungai Litani, Lebanon selatan, setelah melancarkan operasi darat selama beberapa hari terakhir.
Dalam pernyataan resminya, militer Israel menyebut operasi dilakukan di wilayah Wadi Selouki dan pegunungan Shaqif dengan dukungan serangan udara, artileri, serta tembakan tank.
"Kastil Shakif yang terletak di atas bukit strategis telah diduduki oleh pasukan darat pada pagi hari," kata militer Israel dalam pernyataannya.
Juru Bicara Angkatan Darat Israel, Ella Waweya, mengatakan tujuan operasi tersebut adalah menguasai Dataran Tinggi Shakif dan wilayah Wadi Selouki.
"Target operasi adalah pendudukan Dataran Tinggi Shakif dan wilayah Wadi Seluki," ujar Waweya melalui akun media sosial X.
Menurut Israel, sejumlah markas dan infrastruktur Hizbullah menjadi sasaran dalam operasi tersebut.
Benteng Shakif dinilai memiliki posisi strategis karena mengawasi Sungai Litani, pusat kota Nabatiyeh, dan sejumlah kawasan di sekitarnya.
Perluasan operasi darat ini menuai perhatian karena dilakukan saat proses gencatan senjata antara Lebanon dan Israel masih berlangsung.
(*)