Jelang Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Bertekad Tampil Bak Superhero bagi Timnas Spanyol
Lamine Yamal bertekad tampil bak superhero di Piala Dunia 2026. Bintang muda Spanyol itu optimistis bisa membawa La Furia Roja berjaya.
Penulis:
Hafidh Rizky Pratama
Editor:
Dwi Setiawan
Ringkasan Berita:
- Bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, bertekad tampil maksimal di Piala Dunia 2026 dan mengaku merasa seperti "superhero" saat berada dalam performa terbaiknya.
- Meski masih menjalani pemulihan cedera hamstring, Yamal optimistis bisa segera pulih dan membantu Spanyol bersaing meraih gelar juara dunia.
- Mantan striker PSPS Pekanbaru, Muhammad Isnaini, menjagokan Spanyol menjadi juara Piala Dunia 2026 berkat kekuatan pemain muda dan racikan pelatih Luis de la Fuente.
TRIBUNNEWS.COM - Bintang muda Timnas Spanyol, Lamine Yamal, menyatakan tekad kuat untuk tampil maksimal saat membela La Furia Roja di Piala Dunia 2026.
Pemain berusia 18 tahun itu bahkan mengibaratkan performa terbaiknya seperti sedang menjadi seorang superhero di lapangan.
Yamal saat ini diakui sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di dunia sepak bola.
Meski masih sangat muda, ia sudah mengoleksi berbagai trofi bergengsi baik bersama Barcelona maupun Timnas Spanyol.
Di level klub, jebolan La Masia ini telah meraih enam gelar juara bersama Barcelona, termasuk sukses membantu Blaugrana menjuarai La Liga musim 2025/2026.
Sementara bersama Timnas Spanyol, Yamal menjadi bagian penting dalam skuad yang memenangkan Euro 2024 dan telah mencatatkan enam gol dari 25 penampilan.
Merasa Seperti Superhero Saat Tampil Maksimal
Dikutip dari wawancaranya di laman FIFA, Lamine Yamal mengungkapkan sensasi ketika ia berada dalam performa puncak.
"Saya selalu mengatakan rasanya seperti menjadi seorang superhero. Segalanya berjalan dengan sempurna," ucap Yamal.
"Saya merasa lebih cepat, lebih kuat, penuh adrenalin. Rasanya tidak ada yang bisa menghentikan saya. Saya ingin mencapai level itu saat tampil di Piala Dunia," sambungnya.
Menurut Yamal, faktor kebahagiaan dan kenyamanan di lapangan sangat memengaruhi permainannya.
Sebagai pemain yang mengandalkan kreativitas dan dribbling, ia merasa performanya akan menurun jika tidak menikmati pertandingan.
"Saya sangat bergantung pada kreativitas. Ketika saya tidak menikmatinya, permainan saya ikut terpengaruh. Semuanya terasa lebih datar dan kurang inspiratif," katanya.
"Namun ketika saya merasa bahagia, seperti saat tampil di Euro, semuanya terasa mengalir begitu saja. Saya merasa lebih bebas dan permainan menjadi lebih hidup," lanjutnya.
Baca juga: Bek Senior Persib Dukung Prancis di Piala Dunia 2026, Targetkan Final Ulang Lawan Argentina
Masih dalam Pemulihan Cedera
Meski penuh ambisi, Lamine Yamal saat ini masih berjuang melawan cedera hamstring.
Ia terancam absen pada laga pembuka Spanyol di Grup H Piala Dunia 2026 melawan Cape Verde di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, 15 Juni 2026 mendatang.