Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Gubernur Tokyo Jepang Memperkenalkan Kampanye 'With Corona'

Dalam Langkah Kedua ini, penjualan diizinkan di berbagai industri, seperti teater, pusat perbelanjaan, sekolah studi, dan pusat kebugaran.

Gubernur Tokyo Jepang Memperkenalkan Kampanye 'With Corona'
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Gubernur Tokyo Yuriko Koike dengan With Corona yang dipegang di tangan kanannya, Jumat (29/5/2020). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Gubernur Tokyo Yuriko Koike memperkenalkan julukan baru "With Corona" (bersama corona) yang dimaksudkan sebagai awal memasuki tahap (langkah) kedua dalam pembukaan kegiatan lainnya di Tokyo bersama dengan kehadiran pandemi corona di Jepang.

"Hari Jumat ini kita pindah ke Langkah Kedua dari roadmap mulai tengah malam pada tanggal 1 Juni nanti mengenai mitigasi bertahap seperti permintaan penangguhan pekerjaan karena penyebaran infeksi virus coronavirus baru," papar Gubernur Koike, Jumat (29/5/2020).

Dalam Langkah Kedua ini, penjualan diizinkan di berbagai industri, seperti teater, pusat perbelanjaan, sekolah studi, dan pusat kebugaran.

Gubernur Tokyo Yuriko Koike sudah menjadi pesaing terkuat menjelang Pemilihan Gubernur 5 Juli 2020, dengan partai-partai oposisi utama mengalami kesulitan menemukan kandidat yang baik.
Gubernur Tokyo Yuriko Koike sudah menjadi pesaing terkuat menjelang Pemilihan Gubernur 5 Juli 2020, dengan partai-partai oposisi utama mengalami kesulitan menemukan kandidat yang baik. (AFP-JIJI)

Dimungkinkan juga untuk mengadakan acara hingga 100 orang.

Mengenai transisi ke Langkah Kedua, Gubernur Koike mengutip tujuh indikator untuk mempertimbangkan mitigasi/permintaan ulang seperti permintaan cuti (merumahkan diri), dan mereka berada di bawah nilai indeks pemantauan, dan mengingatkan bahwa penyakit menular masih tetap ada.

"Keputusan ini dibuat secara komprehensif berdasarkan fakta bahwa anggota Dewan Penanggulangan menerima pendapat menyetujui transisi," kata Koike.

Baca: Rusia Tak Akan Larang Hidroksiklorokuin, Obat yang Dikonsumsi Trump untuk Lawan Covid-19

Sejak deklarasi darurat dicabut pada 25 Mei, jumlah infeksi baru di Tokyo terus meningkat, 10 pada 26 Mei, 11 pada 27 Mei, dan 15 pada 28 Mei kemarin.

Mengenai angka ini, Gubernur Koike mengatakan, "Ada kewaspadaan yang meningkat terhadap gelombang kedua. Jumlah orang yang terinfeksi diumumkan dalam beberapa hari terakhir meningkat, dan hubungan dengan pusat kota pada malam hari sedang diselidiki. Kita harus terus mencermati tren orang yang terinfeksi di masa depan."

Rumah Sakit Pusat Musashino di Kota Koganei, mengumumkan bahwa pada 28 Mei, total 9 anggota staf, termasuk 4 anggota staf dan 5 pasien bangsal, telah terinfeksi dengan virus corona.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas