Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gubernur Minnesota Mengutuk Keras Demo Kematian George Floyd

Gubernur Minnesota Tim Walz mengutuk keras kerusuhan di beberap akota AS atas kematian George Floyd di Minneapolis.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Gubernur Minnesota Mengutuk Keras Demo Kematian George Floyd
Scott Olson / Getty Images / AFP
Seorang wanita berjalan melewati tempat sampah yang terbakar selama protes pada 28 Mei 2020 di St. Paul, Minnesota. Hari ini, Rabu (28/5/2020) menandai hari ketiga protes yang sedang berlangsung setelah polisi membunuh George Floyd 

TRIBUNNEWS.COM - Gubernur Minnesota Tim Walz mengutuk keras kerusuhan di beberapa kota AS atas kematian George Floyd di Minneapolis.

Tim Walz mengatakan, dia akan mengambil langkah untuk memobilisasi Pengawal Nasional negara untuk mengatasi kerusuhan tersebut.

Dikutip Tribunnews dari BBC, ada juga laporan yang mengatakan, untuk menghentikan demo tersebut, unit polisi militer akan dikerahkan.

Sebelumnya diberitakan, George Floyd (46) meninggal karena mengalami penindasan oleh oknum polisi, Derek Chauvin (44).

Leher pria berkulit hitam itu ditindih lutut oleh Derek Chauvin hingga tak bernyawa.

Baca: Selain Dituntut Pasal Pembunuhan, Polisi yang Terlibat Tewasnya George Floyd Juga Dicerai Istrinya

Baca: Kerusuhan Akibat Kematian George Floyd Meluas Hampir ke Seluruh Amerika Serikat

Insiden itu terekam kamera dan tersebar luas di internet.

Dalam video tersebut, George Floyd terdengar merintih dan meminta Derek Chauvin untuk melepaskannya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Tolong, aku tidak bisa bernapas," ucap George Floyd.

Masih dikutip dari BBC, kejadian ini membuka kembali luka lama karena ketidaksetaraan ras di AS.

Demo di Berbagai Wilayah AS

Lebih jauh, pada Jumat malam, para pemrotes bentrok dengan polisi di berbagai wilayah, New York, Atlanta dan Portland.

Di Washington DC, untuk sementara keamanan Gedung Putih dijaga ketat.

Sementara, di Houston, tempat George Floyd tinggal, pemrotes berusia 19 tahun memberikan tanggapannya kepada Associated Press.

"Pertanyaan saya adalah berapa banyak lagi?," katanya.

"Saya hanya ingin hidup di masa depan, di mana kita semua hidup dalam harmoni, dan semua tidak tertindas," ungkapnya.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas