Militer China dan India di Ambang Perang, Rusia Ikut Tegang
Ratusan tentara India dan China terlibat dalam pertempuran terakhir yang terkonsentrasi di wilayah Ladakh India di seberang Tibet.
Editor:
Malvyandie Haryadi
Sementara bantuan logistik India tersedia dalam jumlah banyak, ada buruh kerja paksa yang merupakan warga mereka sendiri sejumlah 521.900.000, dengan penguasaan jalan sejumlah 3.320.410 km dan penguasaan rel kereta 63.974 km.
Semua data ini didapatkan Global Fire Power dari data CIA World Factbook.
Kembali mengutip Business Standard, Angkatan Udara India telah menjaga dan mengawasi wilayah perbatasan melalui penjagaan di udara.
Pasalnya, sejumlah personil militer China (2500 pasukan) telah masuk ke India dari perbatasan de-fakto awal bulan ini.
Mereka juga telah memasang tenda di Pangong Tso dan Galwan Valley sejak itu.
Militer India dengan cepat menangkis agresi militer China tersebut dan menuntut agar mereka segera keluar untuk pengembalian perdamaian di wilayah tersebut.
Namun militer China justru perkeruh suasana dengan hadir di Demchok dan Daulat Beg Oldie, dua area sensitif yang memiliki sejarah kelam terkait kedua negara tersebut.
Militer India dengan cepat belajar bahwa China sedang menakut-nakuti mereka untuk menekan mereka.
"Kami sangat sadar dengan pola permainan China. Militer India adalah militer yang kuat dan kami tidak akan menerima selain restorasi status quo di wilayah tersebut. (*)
Berita ini tayang di Kontan: https://internasional.kontan.co.id/news/rusia-mengaku-khawatir-militer-china-dan-india-sudah-diambang-perang?page=all
Baca tanpa iklan