PM Kanada Turun ke Jalan Ikut Demo dan Berlutut Tuntut Keadilan Bagi George Floyd
Justin Trudeau ikut dalam aksi demonstrasi terkait isu rasial di Kanada. Dia pun ikut berlutut sebagai simbol menentang rasisme
Editor:
Imanuel Nicolas Manafe
TRIBUNNEWS.COM, OTTAWA - Rusuh di Amerika Serikat mendapat sorotan dari sejumlah eks pejabat hingga pemimpin di dunia.
Diketahui, kerusuhan pecah akibat kematian warga Afrika-Amerika bernama George Floyd.
Baca: PM Kanada Kehabisan Kata-Kata Tanggapi Cara Trump Tangani Demo Bela George Floyd
Dia meninggal dunia setelah lehernya ditindih dengan lutut Derek Chauvin, seorang polisi kulit putih di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat.
Salah satu yang menyoroti kerusuhan dan isu rasial di Amerika Serikat yakni Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau.
Sebelumnya ia sempat menanggapi kerusuhan yang meluas di sejumlah negara di Amerika Serikat dan cara Presiden Donald Trump menanganinya.
Melansir Kompas.com, kali ini Justrin Trudeau justru ikut dalam aksi demonstrasi terkait isu rasial tersebut.
Pada Jumat (5/6/2020), Justin Trudeau tampak bersama-sama demonstran melakukan protes terhadap rasisme dan kebrutalan aparat polisi.
Dilansir AFP, kemunculan Trudeau di muka publik jarang terjadi sejak permulaan pandemi virus corona atau Covid-19.
"Terlalu banyak orang Kanada yang merasa takut dan khawatir saat melihat petugas hukum," ujar Trudeau dalam rapat hariannya di awal hari itu.
"Selama beberapa minggu terakhir, kita telah menyaksikan banyak warga Kanada yang tiba-tiba tersadar pada kenyataan bahwa diskriminasi yang merupakan kenyataan hidup banyak warga adalah suatu hal yang perlu segera diakhiri."
Trudeau memegang kaos bertuliskan "Black Lives Matter", berteriak dari belakang kerumunan menggunakan masker bersama para pengunjuk rasa yang melebar di beberapa blok depan kedutaan Amerika Serikat.
Terakhir, dia mengheningkan cipta selama 8 menit 46 detik, durasi ketika polisi Derek Chauvin menindih leher George Floyd dengan lututnya dan menyebabkan kematian pria kulit hitam itu.
Video yang merekam peristiwa tragis itu menjadi viral dan memicu banyak protes yang kemudian berakhir ricuh hampir di seluruh negara bagian Amerika Serikat, memicu demonstrasi massa di beberapa kota di Eropa dan negara lainnya termasuk Kanada.
Kementerian Keluarga Ahmed Hussen, yang juga bergabung dengan Trudeau dalam protes itu berkata, "Lihatlah keragaman yang ada di dalam kerumunan ini."
"Tidak hanya warga kulit hitam Kanada. Banyak warga yang mengatakan bahwa kehidupan warga kulit hitam itu berarti," imbuhnya.