Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Kasus Covid-19 Bertambah, Ekuador Malah Relaksasi Lockdown: 70 Persen Kegiatan Ekonomi Lumpuh

relaksasi pembatasan sosial yang dilakukan pemerintah Ekuador bukan karena terjadi penurunan kurva kasus Covid-19, melainkan karena faktor ekonomi

Kasus Covid-19 Bertambah, Ekuador Malah Relaksasi Lockdown: 70 Persen Kegiatan Ekonomi Lumpuh
Jose Sanchez / AFP
Orang-orang menunggu di samping peti mati dan kotak kardus untuk menguburkan keluarga mereka di luar pemakaman di Guayaquyil, Ekuador, pada 6 April 2020. Melonjaknya jumlah COVID-19 kematian di kota kedua Ekuador Guayaquil telah menyebabkan kekurangan peti mati, memaksa penduduk setempat untuk resor menggunakan kotak kardus, kata pemerintah kota Minggu. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM - Setelah 90 hari lockdown karena pandemi virus corona (Covid-19), pemerintah Ekuador merelaksasi pembatasan sosial di negaranya pada 3 Juni 2020.

Duta Besar Indonesia untuk Ekuador Diennaryati mengatakan relaksasi pembatasan sosial yang dilakukan pemerintah Ekuador bukan karena terjadi penurunan kurva kasus Covid-19, melainkan karena adanya dorongan ekonomi.

“Di sini kasus malah bertambah,” ujarnya dalam wawancara dengan Trijaya Fm secara daring, Sabtu (13/6/2020).

Baca: Kasus Baru Covid-19 Meningkat, Praktisi Kesehatan Sarankan Ganjil Genap Tidak Diterapkan Dulu

Baca: Hampir Setengah Juta Spesimen Sudah Diperiksa: 37.420 Orang Positif Covid-19 di Indonesia

Baca: Pandemi Covid-19, Berhubungan Seksual Pun Tetap Harus Pakai Masker dan jaga Jarak

Pelayanan kesehatan, pemakaman, dan rumah duka di Ekuador terlalu padat. Jam malam yang ketat untuk membatasi gerak penduduk Ekuador juga diberlakukan. Mengumpulkan dan menguburkan orang mati di Ekuador telah menjadi masalah serius.
Pelayanan kesehatan, pemakaman, dan rumah duka di Ekuador terlalu padat. Jam malam yang ketat untuk membatasi gerak penduduk Ekuador juga diberlakukan. Mengumpulkan dan menguburkan orang mati di Ekuador telah menjadi masalah serius. (Tangkap Layar YouTube France24)

Diennar berujar Ekuador sudah tidak bisa lagi menahan anjloknya perekonomian mereka.

Untuk itu, Pemerintah Ekuador merelaksasi pembatasan sosial pada sebagian wilayah.

“Hampir 70 persen kegiatan ekonomi lumpuh,” ujarnya.

Protokol Ketat

Sebanyak 80 kota di Ekuador masih lockdown.

Namun kota besar seperti Guayaquil dan Quito, ada relaksasi pembatasan sosial dengan protokol kesehatan yang ketat.

Halaman
123
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas