Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Trump Berencana Pulangkan Militernya, Sekutu-sekutu Amerika Mulai Cemas

"Donald Trump sangat jelas, kami ingin menarik pasukan dari Suriah, Afghanistan, Irak, dari Korea Selatan, Jepang, dari Jerman,"

Trump Berencana Pulangkan Militernya, Sekutu-sekutu Amerika Mulai Cemas
pixabay.com
Ilustrasi Tentara AS. Presiden AS Donald Trump berencana mengirim tentara AS untuk awasi perbatasan guna mencegah penyebaran virus COVID-19, namun ditolak Kanada. 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Mantan duta besar Amerika Serikat (AS) untuk Jerman mengatakan, Presiden Donald Trump "sangat jelas", ia ingin membawa pulang pasukan AS dari Korea Selatan, Jepang, dan sekutu lainnya. 

"Ini adalah masalah yang diperdebatkan dengan panas di Amerika Serikat. Donald Trump sangat jelas, kami ingin menarik pasukan dari Suriah, Afghanistan, Irak, dari Korea Selatan, Jepang, dari Jerman," kata Richard Grenell, mantan duta besar AS untuk Jerman, kepada surat kabar Jerman Bild seperti media AS Politikus lansir.

"Itu tidak terasa, seperti sesuatu yang memberikan pesan yang terlalu kuat, selain orang Amerika menjadi sedikit lelah membayar terlalu banyak untuk pertahanan negara-negara lain," ujar dia. "Dan, ini telah menjadi poin yang sangat politis yang dibuat oleh Presiden Trump untuk waktu yang lama".

Kapal perusak USS Preble
Kapal perusak USS Preble (NAVY.MIL)

Sebelumnya, Trump berencana menarik 9.700 tentara AS dari Jerman. Jumlah ini sekitar 30% dari total 34.674 tentara negeri uak Sam di negara Eropa itu.

Setelah laporan media muncul soal AS merencanakan penarikan sebagian pasukan dari Jerman, Gedung Putih, Senin (8/6), mengatakan, Trump "terus-menerus menilai kembali" kehadiran militer AS di luar negeri.

Pembicaraan penarikan pasukan itu berlangsung ketika Washington menekan Seoul untuk meningkatkan kontribusi keuangannya untuk 28.500 tentara AS di bawah kesepakatan pembagian biaya bilateral lewat Perjanjian Tindakan Khusus (SMA) .

Korea beri tawaran terbaik

Di tengah kebuntuan dalam negosiasi SMA antara Seoul dan Washington, kekhawatiran tetap ada bahwa AS bisa menggunakan pengurangan pasukan sebagai posisi tawar-menawar. Dalam negosiasi, Korea Selatan dan AS telah menarik garis pertempuran, melemparkan proposal terbaru mereka sebagai yang terakhir.

Pejabat Seoul mengindikasikan kenaikan 13% dari SMA tahun lalu, menjadi US$ 870 juta, sebagai "tawaran terbaik" yang bisa Korea Selatan buat. Sementara AS telah meminta Korea Selatan untuk membayar US$ 1,3 miliar per tahun, naik 50% dari SMA 2019.

Tentara AS
Tentara AS (CNBC/ U.S. Army handout/Cpl. George Huley)

Tetapi, Kementerian Pertahanan Korea Selatan menyatakan, tidak ada pembicaraan antara Seoul dan Washington tentang kemungkinan penarikan pasukan AS dari Semenanjung Korea.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kontan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas