Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pasukan Korut Mulai Berdatangan di Perbatasan Korea Selatan

Sekitar 100 tentara Korea Utara terlihat di dalam Kawasan Industri Kaesong setelah penghancuran gedung penghubung antar-Korea.

Pasukan Korut Mulai Berdatangan di Perbatasan Korea Selatan
SeongJoon Cho/Bloomberg
Tentara Korea Utara, latar belakang, dan seorang prajurit Korea Selatan berjaga di desa gencatan senjata Panmunjom di Zona Demiliterisasi (DMZ) di Paju, Korea Selatan. 

TRIBUNNEWS.COM, PYONGYANG - Korea Utara mengirim tentara ke beberapa pos jaga yang kosong di dalam Zona Demiliterisasi, setelah mengeluarkan peringatan mereka akan meningkatkan kehadiran militernya di daerah perbatasan dengan Korea Selatan.

Pada Rabu (17/6), Staf Umum Tentara Rakyat Korea Utara menyatakan, akan mendirikan "pos polisi sipil," yang telah mereka tarik dari Zona Demiliterisasi, sebagai bagian dari langkah selanjutnya melawan Korea Selatan setelah penghancuran kantor penghubung antar-Korea di kota perbatasan Kaesong.

Menurut sumber-sumber militer Korea Selatan kepada kantor berita Yonhap, beberapa tentara Korea Utara terlihat sedang bergerak ke pos-pos penjagaan yang kosong di dalam zona penyangga tersebut mulai Rabu (17/6) malam.

Hanya, sumber-sumber itu bilang, tidak jelas sampai sekarang, apakah langkah tersebut untuk menempatkan lebih banyak tentara penjaga di daerah perbatasan atau bagian dari peningkatan tugas penjaga militer ke kedudukan tertinggi bagi pasukan garis depan.

Foto yang disediakan oleh pemerintah Korea Utara menunjukkan kantor penghubung antar-Korea yang diledakkan Korea Utara pada Selasa (16/6/2020).
Foto yang disediakan oleh pemerintah Korea Utara menunjukkan kantor penghubung antar-Korea yang diledakkan Korea Utara pada Selasa (16/6/2020). (Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)

Korea Utara diyakini memiliki sekitar 150 pos penjagaan, dan beberapa di antaranya dikosongkan sesuai dengan pakta pengurangan ketegangan antar-Korea yang ditandatangani bersama Korea Selatan pada 19 September 2018.

Korea Utara akan membayar mahal

Beberapa media lokal juga melaporkan, sekitar 100 tentara Korea Utara terlihat di dalam Kawasan Industri Kaesong setelah penghancuran gedung penghubung antar-Korea.

Sebelumnya, militer Korea Utara mengancam akan mengirim pasukan ke Kawasan Industri Kaesong yang sekarang tertutup dan zona wisata Gunung Kumgang di Pantai Timur.

"Kami sedang memantau dengan seksama gerakan militer Korea Utara terkait dengan (peringatan) itu. Tetapi, setiap tindakan langsung dan terlihat belum tampak," kata Kolonel Kim Jun-rak, juru bicara Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS), Kamis (18/6), seperti dikutip Yonhap.

Yang jelas, merespons peringatan Pyongyang tersebut, JCS menegaskan, Korea Utara akan "membayar mahal" jika meluncurkan tindakan militer yang provokatif terhadap Korea Selatan.

Halaman
1234
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kontan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas