Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

John Bolton Ungkap Tak Akan Berikan Suara untuk Donald Trump Atau Joe Biden di Pemilu AS 2020

Mantan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton mengungkapkan, dia tidak akan memberikan suara untuk mantan bosnya, Donald Trump atau Joe Biden.

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in John Bolton Ungkap Tak Akan Berikan Suara untuk Donald Trump Atau Joe Biden di Pemilu AS 2020
Logan Cyrus / AFP
Mantan penasihat Keamanan Nasional John Bolton berbicara di atas panggung selama diskusi publik di Universitas Duke di Durham, North Carolina pada 17 Februari 2020 

TRIBUNNEWS.COM - Mantan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton mengungkapkan, dia tidak akan memberikan suara untuk mantan bosnya, Donald Trump atau calon Demokrat yang diduga Joe Biden dalam pemilihan November 2020 ini.

"Saya kira dia tidak cocok menjabat," kata Bolton menilai soal Trump dalam wawancara dengan ABC News yang disiarkan Minggu (21/6/2020).

"Saya tak terpikir dia memiliki kompetensi untuk menjalankan pekerjaan tersebut," tambah Bolton.

Baca: Donald Trump Digoyang Mantan Penasihatnya, Menlu AS Sebut John Bolton Pengkhianat Berbahaya

Baca: Donald Trump Menuduh China Ingin Menggulingkannya di Pemilu AS 2020 Ini

Bolton juga mengatakan, dia tidak berpikir Trump seorang Republik yang konservatif.

"Aku tidak akan memilihnya pada November. Tentu saja (juga) tidak akan memilih Joe Biden," tegas Bolton.

Dikutip Tribunnews dari CNN, sebagai gantinya, Bolton mengatakan, ia akan mencari seorag Republikan konservatif.

Mantan penasihat Keamanan Nasional John Bolton berbicara di atas panggung selama diskusi publik di Universitas Duke di Durham, North Carolina pada 17 Februari 2020
Mantan penasihat Keamanan Nasional John Bolton berbicara di atas panggung selama diskusi publik di Universitas Duke di Durham, North Carolina pada 17 Februari 2020 (Logan Cyrus / AFP)

Baca: Hillary Clinton Dukung Joe Biden Melenggang di Pemilu AS 2020

Polemik Buku John Bolton

Berita Rekomendasi

Untuk diketahui, John Bolton pernah menjabat sebagai Penasihat Keamanan Nasional Trump dari Maret 2018 hingga September 2019.

Bolton dan Trump berselisih soal Kebijakan Luar Negeri AS, termasuk hubungan dengan Iran, Venezuela, dan Afghanistan.

Baca: Capres AS Joe Biden Didesak Pilih Wanita Kulit Hitam sebagai Cawapres, Ini Kata Penasihat

Baca: Mantan Wapres Joe Biden Temui Keluarga George Floyd, Mengobrol Hati ke Hati Lebih dari Satu Jam

Buku yang ditulis Bolton, dikabarkan mengalami 'pertempuran hukum' berbulan bulan.

Pekan lalu, upaya terakhir yang dilakukan Trump untuk menghentikan publikasi tersebut adalah meminta hakim yerkait bantuan darurat.

Presiden AS Donald Trump berpidato saat kampanye di BOK Center pada 20 Juni 2020 di Tulsa, Oklahoma.
Presiden AS Donald Trump berpidato saat kampanye di BOK Center pada 20 Juni 2020 di Tulsa, Oklahoma. (Nicholas Kamm / AFP)

Gedung Putih berpendapat, Bolton telah melanggar perjanjian larangan-pengungkapan dan resiko keamanan nasional dengan mengekspos informasi rahasia.

Dalam buku itu, Bolton dikabarkan membuat tuduhan yang mencengangkan terhadap Donald Trump.

Bolton mengklaim, Trump secara pribadi meminta pemimpin China, Xi Jinping untuk membantunya memenangkan pemilihan kembali.

Trump sendiri dilaporkan menyebut buku Bolton sebagai 'fiksi murni'.

"Kompilasi kebohongan dan mengarang cerita, semua dimaksudkan untuk membuatku terlihat buruk," tambah Trump.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Sumber: TribunSolo.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas