Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Korea Utara Tunda Aksi Militer Terhadap Korea Selatan

Keputusan itu diambil dalam rapat Komisi militer Pusat Partai yang berkuasa pada hari Selasa (23/6/2020).

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Korea Utara Tunda Aksi Militer Terhadap Korea Selatan
Ed JONES / AFP
ILUSTRASI - (FILES) Dalam file ini foto diambil pada 9 September 2018, tank Tentara Rakyat Korea (KPA) ikut serta dalam parade militer di lapangan Kim Il Sung di Pyongyang. Tentara Korea Utara "sepenuhnya siap" untuk mengambil tindakan terhadap Korsel, kata media pemerintah pada 16 Juni 2020 dalam keributan verbal terbaru dari Pyongyang, beberapa hari setelah saudara perempuan pemimpinnya mengancam gerakan militer terhadap Seoul. 

TRIBUNNEWS.COM, SEOUL - Korea Utara memutuskan untuk menangguhkan rencana aksi militer terhadap Korea Selatan.

Demikian kantor berita resmi Korea Utara KCNA melaporkan pada hari Rabu (24/6/2020), seperti dilansir Reuters.

Keputusan itu diambil dalam rapat Komisi militer Pusat Partai yang berkuasa pada hari Selasa (23/6/2020).

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, memimpin pertemuan itu melalui konferensi video.

"Anggota menyampaikan situasi yang sedang terjadi, sebelum memutuskan untuk menangguhkan rencana militer," kata laporan itu, tanpa menguraikan lebih dalam.

Komite juga membahas dokumen-dokumen yang menguraikan tindakan-tindakan "lebih lanjut untuk menangkal perang negara itu," KCNA melaporkan.

Ketegangan politik antara dua Korea meningkat atas rencana kelompok-kelompok pembelot di Korea Selatan untuk mengirim selebaran propaganda ke Korea Utara.

Rekomendasi Untuk Anda

Korea Utara menilai, gerakan tersebut melanggar kesepakatan antara kedua negara yang bertujuan mencegah konfrontasi militer.

Bahkan Korea Utara menuduh pembelot menghina martabat pemimpin tertinggi Korea Utara.

Militer Korea Utara terlihat memasang kembali pengeras suara di dekat Zona Demiliterisasi (DMZ).

Korea Utara pun meledakkan sebuah kantor penghubung bersama di Kaesong dan menyatakan mengakhiri dialog dan mengancam akan melakukan aksi militer.

Korea Utara pun mengancam akan melancarkan aksi balasan terhadap Korea Selatan, membalas aksi para pembelot yang mengirim selebaran propaganda ke Pyongyang selama ini.

Tidak main-main, Negara yang dipimpin Kim Jong Un itu akan "membombardir" 12 juta selebaran propaganda ke Korea Selatan dalam waktu dekat.

Rencananya 12 juta selebaran propaganda itu akan melintasi perbatasan dua Korea.

Hal ini dilaporkan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), Senin (22/6/2020), seperti dilansir AP.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas