Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Terungkap Dialog George Floyd dengan Polisi yang Menindih, Ternyata Begini Kronologinya

Dialog antara George Floyd dan polisi yang menindih lehernya, Derek Chauvin terungkap saat transkripnya dirilis pada Rabu (8/7/2020).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Terungkap Dialog George Floyd dengan Polisi yang Menindih, Ternyata Begini Kronologinya
Kolase Tribunnews/CBS
Derek Chauvin - Selain Dituntut Pasal Pembunuhan, Polisi yang Terlibat Tewasnya George Floyd Juga Dicerai Istrinya 

TRIBUNNEWS.COM - Dialog antara George Floyd dan polisi yang menindih lehernya, Derek Chauvin terungkap saat transkripnya dirilis pada Rabu (8/7/2020).

Percakapan antara keduanya terungkap lebih jelas dari kamera tubuh yang digunakan dua polisi lainnya, Thomas Lane dan J. Kueng.

Terungkap Floyd 20 kali mengatakan tidak bisa bernapas kepada empat polisi Minneapolis itu sebelum meninggal, dikutip dari Fox News.

"Kau akan membunuhku, kawan," kata Floyd, sesuai dengan rekaman video kamera tubuh Lane.

"Kalau begitu berhenti bicara, berhentilah berteriak."

"Dibutuhkan banyak oksigen untuk berbicara," kata Derek Chauvin, yang melakukan chokehold kepada Floyd.

Baca: Mengaku Lebih Hebat dari Muhammad Ali, Mike Tyson Sebut Floyd Mayweather Jr Halu

Baca: Mantan Polisi Pembunuh Floyd Diusir Saat Berbelanja di Supermarket

Dalam foto yang dirilis Penjara Hennepin County pada 31 Mei 2020, nampak Derek Chauvin ketika diambil tampak depan dan samping. Mantan polisi Minneapolis itu dituding membunuh George Floyd, setelah videonya menindih leher pria kulit hitam berusia 46 tahun selama hampir sembilan menit viral di media sosial.
Dalam foto yang dirilis Penjara Hennepin County pada 31 Mei 2020, nampak Derek Chauvin ketika diambil tampak depan dan samping. Mantan polisi Minneapolis itu dituding membunuh George Floyd, setelah videonya menindih leher pria kulit hitam berusia 46 tahun selama hampir sembilan menit viral di media sosial. (AFP PHOTO/Hennepin County Jail/HANDOUT)

"Mereka akan membunuhku. Mereka akan membunuhku."

Rekomendasi Untuk Anda

"Aku tidak bisa bernapas. Aku tidak bisa bernapas," kata Floyd.

Menyoal transkrip itu pengacara Chauvin, Eric Nelson bungkam saat ditanya komentarnya Rabu (8/7/2020).

Data lengkap dialog Floyd dan para polisi dirilis atas permintaan polisi Lane, agar dakwaan kepadanya dicabut.

Pengacara Thomas Lane, Earl Grey mengatakan dalam sebuah memorandum bahwa tidak ada alasan untuk menuntut kliennya berdasarkan semua bukti dan hukum.

Gray menilai kliennya hanya menjalankan perintah dari seniornya, Chauvin.

Dia mengatakan Lane percaya dengan tindakan Chauvin setelah melihat Floyd yang berusaha lepas hingga melukai dirinya sendiri selama penangkapan.

Baca: Conor McGregor Coba Suap Pelatih Floyd Mayweather dengan Uang Rp 21 Miliar

Baca: Pelajar Asing di AS Diminta Pulang ke Negaranya Jika Hanya Kuliah Online

George Floyd dan polisi yang membunuhnya, Derek Chauvin.
George Floyd dan polisi yang membunuhnya, Derek Chauvin. (kstp.com)

Gray mengatakan setelah Floyd tengkurap di tanah, dia bertanya dua kali kepada polisi lainnya apakah tubuh Floyd boleh dihadapkan ke arahnya, namun Chauvin mengatakan tidak.

"Lane tidak punya dasar untuk percaya bahwa Chauvin salah dalam membuat keputusan itu," tulis Gray.

Gray juga mengirimkan rekaman kamera tubuh milik kliennya, namun belum dipublikasikan.

Transkrip menunjukkan Floyd kadang nampak kooperatif namun gelisah dan menolak saat diminta masuk mobil patroli.

Floyd berkali-kali mengaku menderita klaustrofobia, atau fobia dengan tempat tertutup.

"Ya ampun, Tuhan jangan tinggalkan aku, tolong, tolong," Floyd memohon.

"Aku akan melakukan apa pun yang akan kau katakan padaku, Bung. Aku hanya sesak, itu hanya Itu," tambahnya.

Gray menulis bahwa Floyd meronta-ronta dan membenturkan wajahnya ke kaca mobil patroli hingga mulutnya berdarah.

Dari kiri, Derek Chauvin, J Alexander Kueng, Thomas Lane, dan Tou Thao. Chauvin didakwa melakukan pembunuhan tingkat dua atas George Floyd, seorang pria kulit hitam yang meninggal setelah ditahan olehnya dan petugas kepolisian Minneapolis lainnya pada 25 Mei. Ada pun Kueng, Lane, dan Thao dituduh membantu dan bersekongkol dengan Chauvin.
Dari kiri, Derek Chauvin, J Alexander Kueng, Thomas Lane, dan Tou Thao. Chauvin didakwa melakukan pembunuhan tingkat dua atas George Floyd, seorang pria kulit hitam yang meninggal setelah ditahan olehnya dan petugas kepolisian Minneapolis lainnya pada 25 Mei. Ada pun Kueng, Lane, dan Thao dituduh membantu dan bersekongkol dengan Chauvin. (AP/Hennepin County Sheriffs Office via Kompas.com)

Baca: Baru Selesai Ricuh George Floyd, Minneapolis Kembali Dicekam Penembakan Brutal

Baca: 2 Pelaku Pembunuhan George Floyd Dibebaskan Dengan Jaminan, Thomas Lane dan J Alexander Kueng

Jadi keempat polisi itu memutuskan melumpuhkan Floyd ke tanah agar berhenti melukai dirinya sendiri.

Gray menambahkan, dari rekaman tubuh kliennya terlihat Lane membantu Floyd dengan melakukan CPR saat berada di ambulans.

Chauvin didakwa melakukan pembunuhan tingkat dua, pembunuhan tingkat tiga, dan pembunuhan tidak disengaja.

Sementara itu Thomas Lane, J Alexander Kueng, dan Tou Thao dituduh membantu dan bersekongkol dalam pembunuhan tingkat dua dan pembunuhan tidak disengaja.

Lane memegangi kaki Floyd, Kueng berada di bagian tengah tubuh Floyd, dan Thao menonton di dekatnya.

Atas tindakannya ini, keempat polisi itu dipecat dari departemen kepolisian.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas