Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

5 Populer Internasional: Trump Tunda Serang Iran - Penembakan Massal di Islamic Center San Diego

Artikel ini menyoroti lima peristiwa internasional, di antaranya Presiden AS Donald Trump menunda serangan militer ke Iran

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Ringkasan Berita:
  • Artikel ini menyoroti lima peristiwa internasional. Presiden AS Donald Trump menunda serangan militer ke Iran atas permintaan Qatar, Arab Saudi, dan UEA, serta memberi kelonggaran sementara sanksi minyak Iran
  • Di Jepang, perusahaan konstruksi Taki Kensetsu Kogyo mempekerjakan banyak pekerja asing termasuk WNI. 
  • Di San Diego, terjadi penembakan massal di Islamic Center yang menewaskan lima orang termasuk dua pelaku.

TRIBUNNEWS.COM - Rangkaian peristiwa internasional menjadi sorotan dalam 24 jam terakhir.

Presiden AS Donald Trump menunda rencana serangan militer terhadap Iran setelah mendapat permintaan dari Qatar, Arab Saudi, dan UEA.

Sementara itu, insiden penembakan terjadi di Islamic Center San Diego pada Senin waktu setempat. 

Ada lima orang tewas termasuk dua pelaku yang diduga melakukan bunuh diri setelah melakukan penembakan.

Berikut berita populer internasional selengkapnya.

1. Trump Tunda Serang Iran Sesuai Permintaan Qatar, Arab Saudi, dan UEA

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan menunda rencana serangan militer terhadap Iran yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Selasa (19/5/2026).

Rekomendasi Untuk Anda

Keputusan itu diambil setelah adanya permintaan langsung dari Emir Qatar, Putra Mahkota Arab Saudi, dan Presiden Uni Emirat Arab (UEA), di tengah upaya diplomatik intensif untuk mencapai kesepakatan baru dengan Teheran.

Trump mengatakan penundaan tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap permintaan para pemimpin negara Teluk yang meyakini masih ada peluang untuk menyelesaikan ketegangan melalui jalur negosiasi.

Menurut Trump, para pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan UEA menyampaikan keyakinan bahwa kesepakatan yang dapat diterima semua pihak di Timur Tengah masih mungkin dicapai, khususnya untuk memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.

“Serangan kita terhadap Iran direncanakan untuk besok. Namun kita tidak akan menyerang Iran besok, bertentangan dengan apa yang telah direncanakan,” ujar Trump, Senin (18/5/2026).

Ia menambahkan bahwa Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, dan Presiden UEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan meminta Washington memberi ruang bagi diplomasi agar situasi tidak semakin memanas.

"Saya telah diminta oleh Emir Qatar, Tamim bin Hamad Al Thani, Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman Al Saud, dan Presiden Uni Emirat Arab, Mohamed bin Zayed Al Nahyan, untuk menunda serangan militer yang direncanakan terhadap Republik Islam Iran, yang dijadwalkan besok," kata Trump.

Trump juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menginstruksikan Departemen Pertahanan AS atau Pentagon untuk membatalkan operasi yang telah disiapkan.

Meski demikian, ia menegaskan militer Amerika tetap berada dalam kondisi siaga tinggi apabila negosiasi gagal menghasilkan kesepakatan sesuai tuntutan Washington.

“Kami siap melakukan serangan skala penuh terhadap Iran jika kesepakatan yang dapat diterima tidak tercapai,” kata Trump, seperti diberitakan Al Jazeera.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas