Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Profesor Jepang Memuji Kalangan Islam Indonesia yang Minta Rayakan Idul Fitri di Rumah

Kimura juga melihat kelompok religius sangat penting juga untuk kerjasama mengantisipasi pandemi Covid-19.

Profesor Jepang Memuji Kalangan Islam Indonesia yang Minta Rayakan Idul Fitri di Rumah
Richard Susilo
Profesor Toshiaki Kimura dari Universitas Tohoku 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Profesor Toshiaki Kimura dari Universitas Tohoku memuji kalangan Islam Indonesia yang meminta melakukan perayaan Idul Fitri di masa lalu untuk dilakukan di rumah.

"Pandemi Covid-19 saat ini terlalu kompleks dan kita juga jangan lupa melihat satu bagian sosial khususnya kalangan beragama, misalnya kalangan Islam di Indonesia melakukan perayaan Idul Fitri di rumahnya bagus sekali," papar Kimura sore ini (10/7/2020) dalam seminar peranan kerjasama internasional dan budaya terkait pandemi Covid-19.

Kimura juga melihat kelompok religius sangat penting juga untuk kerjasama mengantisipasi pandemi Covid-19.

"Apabila kerjasama baik dilakukan seperti misalnya dilakukan Indonesia tersebut, kami yakin akan teratasi dengan baik pula pandemi Covid-19," tambah Kimura lagi.

Kerjasama semua pihak juga dibenarkan oleh Toshiya Ueki Executive Vice President Universitas Tohoku.

Baca: Uniknya Bilik Kardus di Jepang untuk Cegah Virus Corona, Bisa Digunakan di Berbagai Fasilitas Publik

"Low and middle class harus benar-benar kerjasama dengan baik dalam mengatasi masalah Corona ini," tekan Ueki.

Dampak kerjasama semua kelas sangat luas sekali, lanjutnya.

"Apabila kerjasama semua pihak, semua kelas dapat dilakukan dengan baik, maka kita semua akan merasakan nikmatnya pula. Jadi pandemi Covid-19 saat ini sebenarnya untuk kepentingan bersama di mana-mana dan kita mesti kerjasama selalu," lanjutnya.

Mengenai perpecahan di badan kesehatan dunia (WHO) di mana akhirnya Amerika Serikat mengeluarkan diri dari WHO, Ueki melihat satu warna politik yang sebenarnya wajar saja.

"Wajar saja kalau tiap negara berbeda, politik berbeda, namun seharusnya kita bisa kerjasama dengan baik, kompak dalam hal kesehatan bersama ini, memecahkan bersama masalah ini karena virus corona di berbagai negara pun berbeda. Kita bisa saling tukar informasi dan kerjasama dengan baik satu sama lain, berkontribusi bersama untuk memecahkan masalah ini," lanjut Ueki.

Apabila kerjasama erat terjalin di semua negara, Ueki yakin pandemi Covid-19 dapat teratasi dengan baik nantinya.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Ikuti kami di
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas