Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Batik Diklaim Kerajinan Umum dari China, Media Asing Ini Beri Ralat Seusai Diserbu Netizen Indonesia

Batik diklaim merupakan kerajinan tangan aslim dari China, diunggah oleh twitter media asal China. Netizen Indonesia pun menyerbu.

Batik Diklaim Kerajinan Umum dari China, Media Asing Ini Beri Ralat Seusai Diserbu Netizen Indonesia
Tangkap layar twitter Xinhua News
Batik sempat diklaim sebagai kerajinan tangan yang umum dari China oleh media Xinhua News. 

@YuniAriane : Dear China Covid-19 is your truly 21st century traditional craft.

@KikiNmaKecilku : Batik is taken from Javanese 'ambatik' means to mark with spots or dots.
Be a country with pride, not just copied and claims other nation's properties.

@jakabooz We don't care if you called it "FA TIK N**G"... as long as you called it BATIK.. is originally from Indonesia !! ****ng.. kenapa jadi amizing cina ...
#BatikOriginallyFromIndonesia
#AmazingIndonesia
#AmazingBatikIndonesia
#October2isBatikDay
#IndonesianHeritage

Beri Ralat

batik china (Screenshot)
batik china (Screenshot) ()

Media asing, Xinhua News akhirnya meralat kalimat postingan sebelumnya yang menyatakan batik adalah kerajinan tradisional yang umum di kalangan kelompok etnis di China.

Dalam postingan selanjutnya media asal negara China itu meralat diksi Batik, yang mana kata ‘Batik’ itu berasal dari Bahasa dari Indonesia, atau lebih tepatnya Bahasa Jawa.

“Kerajinan cetak lilin Tiongkok kuno yang dilakukan dengan sangat terampil dan memakan waktu."

"Kerajinan ini juga dikenal sebagai batik, sebuah kata dengan asal Indonesia yang mengacu pada teknik pewarnaan tahan lilin yang dipraktikkan di banyak bagian dunia."

"Terima kasih kepada @Kemlu_RI,” tertulis dalam twit media Xinhua di Twitternya, @XHNews, Senin (13/7/2020).

Lantas Bagaimana Sejarah Batik di Indonesia?

Irma Susanti (kiri) pemilik batik tulis Identix sedang menyiapkan sejumlah batik pesanan di rumah sekalis tempat usahanya Jalan Raya Muntal Gang Durian, Mangunsari, Kecamatan Gunung Pati Kota Semarang, Selasa (7/7/20). Selama pandemi covid-19 hampir 80 persen penjualan dilakukan secara daring. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)
Irma Susanti (kiri) pemilik batik tulis Identix sedang menyiapkan sejumlah batik pesanan di rumah sekalis tempat usahanya Jalan Raya Muntal Gang Durian, Mangunsari, Kecamatan Gunung Pati Kota Semarang, Selasa (7/7/20). Selama pandemi covid-19 hampir 80 persen penjualan dilakukan secara daring.  (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)
Halaman
1234
Penulis: garudea prabawati
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas