Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hubungan Inggris-China Memanas karena Dugaan Sterilisasi dan Pelanggaran HAM Uighur

Inggris dan China lagi-lagi saling beradu argumen terkait dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan China kepada warga Muslim Uighur, Minggu (19/7/2020).

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Ika Nur Cahyani
zoom-in Hubungan Inggris-China Memanas karena Dugaan Sterilisasi dan Pelanggaran HAM Uighur
GREG BAKER / AFP
China dituding mengeluarkan kebijakan kontrol kelahiran yang berat sebelah antara etnis Han dan kaum minoritas, FOTO: Gambar diambil pada 4 Juni 2019 menunjukkan seorang wanita Uighur bersama dengan anak-anak di sebuah jalan di Kashgar di wilayah Xinjiang barat laut Cina. Otoritas China melakukan sterilisasi paksa terhadap perempuan dalam operasi menahan pertumbuhan populasi etnis minoritas di wilayah Xinjiang barat, menurut penelitian yang diterbitkan pada 29 Juni 2020. 

TRIBUNNEWS.COM - Inggris dan China lagi-lagi saling beradu argumen terkait dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan China kepada warga Muslim Uighur, Minggu (19/7/2020).

Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab, mengisyaratkan penangguhan ekstradisi Inggris kepada Hong Kong menyoal dugaan tersebut.

Raab sebelumnya menuduh Beijing melakukan sejumlah operasi penyiksaan kepada warga Uighur di Xinjiang, China Barat.

Inggris juga dikabarkan berencana menjatuhkan sanksi bagi pejabat China yang berkaitan dengan pelanggaran di Uighur.

Baca: POPULER INTERNASIONAL: Video Warga Uighur Diikat & Dipaksa hingga Sarung Tangan Top Gloves Malaysia

Baca: Video Warga Uighur Diikat dan Dipaksa Naik Kereta, Dubes Tiongkok: Itu Bukan di Xinjiang

Ilustrasi - Dipenjara Tujuh Tahun karena Punya Tujuh Anak: Kisah Abdushukur Umar, Warga Uighur di Xinjiang China
Ilustrasi - Dipenjara Tujuh Tahun karena Punya Tujuh Anak: Kisah Abdushukur Umar, Warga Uighur di Xinjiang China (HECTOR RETAMAL / AFP)

Tuduhan itu dijawab China dengan mengancam akan menindak tegas Inggris bila memberlakukan saksi tersebut.

Adu ancaman antara Inggris dan China mengisyaratkan semakin memanasnya hubungan kedua negara ini.

Terlebih Inggris sentimen dengan China tidak hanya karena Uighur, tapi juga mempersoalkan UU Keamanan Nasional di Hong Kong.

Rekomendasi Untuk Anda

Dikutip dari VOA, Hong Kong merupakan bekas jajahan Inggris yang diserahkan kepada China pada 1997. 

Selain itu keputusan Inggris melarang Huawei masuk jaringan 5G di Inggris makin merusak hubungan bilateral keduanya.

Minggu (19/7/2020), Raab mengatakan pemerintah Inggris sedang meninjau peraturan ekstradisi Hong Kong.

Rencananya Senin (20/7/2020) ini parlemen akan membicarakan topik tersebut.

Baca: AS Sita Ekstensi Rambut dari China, Diduga Produk Kerja Paksa Anak dan Tahanan Uighur

Di sisi lain, awal bulan ini Australia telah menangguhkan perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong pascaresminya UU Keamanan Nasional.

Meski ingin membangun hubungan yang baik, Raab mengatakan tidak bisa membiarkan dugaan penyiksaan China kepada warga Uighur.

Menurut sejumlah laporan, China dikabarkan melakukan sterilisasi paksa untuk mengontrol populasi warga Uighur.

Pemerintahan di bawah Presiden Xi Jinping ini juga diduga memenjarakan warga Uighur di kamp-kamp untuk didoktrin.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas